Gedung The Fed (FOTO: AFP)
Gedung The Fed (FOTO: AFP)

Survei: Ekonom Yakin Fed Pangkas Suku Bunga

Ekonomi ekonomi amerika the fed
14 Juni 2019 10:29
Washington: The Wall Street Journal melaporkan bahwa lebih dari tiga perempat ekonom yang disurvei oleh surat kabar itu memperkirakan Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga acuannya. Tentu kondisi tersebut dengan melihat sejumlah indikator perekonomian seperti data tenaga kerja dan tingkat inflasi.
 
Mengenai angka kebijakan, survei menunjukkan bahwa hanya dua dari 46 ekonom mengantisipasi hal itu akan terjadi dalam pertemuan kebijakan Fed berikutnya yang dijadwalkan 18-19 Juni. Hampir 40 persen dari mereka memperkirakan the Fed akan bertindak pada Juli, sementara sekitar 30 persen meramalkan penurunan suku bunga pada September.
 
Mengutip Antara, Jumat, 14 Juni 2019, suku bunga federal fund sejak Desember tetap dalam kisaran antara 2,25 persen hingga 2,50 persen, dan Ketua Fed Jerome Powell telah menekankan kesabaran dalam menyesuaikan kebijakan moneter bank sentral selama tiga pertemuan kebijakan terakhir tahun ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rata-rata, para ekonom memperkirakan suku bunga acuan akan turun menjadi 2,12 persen pada akhir tahun ini, dan menjadi 1,96 persen pada akhir 2020, The Journal mengatakan, menambahkan bahwa itu mengindikasikan bahwa mereka mengantisipasi hanya satu pemotongan suku bunga pada 2019 dan tahun berikutnya lagi.
 
Powell mengatakan awal bulan ini bahwa the Fed telah memantau dengan cermat dampak dari ketegangan perdagangan global dan hal-hal lain pada ekonomi AS, dan akan bertindak yang sesuai untuk mempertahankan ekspansi. Pernyataan itu telah ditafsirkan oleh pasar sebagai the Fed mengisyaratkan sikap terbuka terhadap penurunan suku bunga.
 
Survei jurnal, di mana menjajaki pendapat 59 akademisi, ekonomi bisnis dan keuangan, dilakukan antara 7 Juni hingga 11 Juni, meskipun tidak setiap ekonom menjawab setiap pertanyaan.
 
Sebelumnya, Chief Executive Officer DoubleLine Capital Jeffrey Gundlach mengatakan peluang Amerika Serikat (AS) meluncur ke dalam resesi dalam enam bulan ke depan meningkat menjadi 40-45 persen. Bahkan ada kemungkinan mencapai 65 persen pada tahun berikutnya.
 
Gundlach, yang mengawasi lebih dari USD130 miliar aset-aset yang dikelolanya, mengatakan kurva imbal hasil dan probabilitas resesi the Fed New York menunjukkan kemungkinan meningkatnya resesi. Kondisi ini tentu perlu diperhatikan dan segera dicarikan jalan keluarnya.
 
"Beberapa indikator menunjukkan resesi dapat terjadi dalam satu tahun," kata Gundlach di situs web investor, seraya menambahkan indikator-indikator konsumen menunjuk ke tepi depan resesi.
 
Awal tahun ini, dia mengatakan, resesi tidak segera atau menjadi lebih jelas, tetapi perang perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok serta momentum lemah ekonomi global telah menaikkan bendera merah untuknya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif