"Indonesia maupun Serbia memiliki potensi ekonomi yang saling melengkapi sehingga potensi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menghadapi tantangan ekonomi global," kata Dubes RI dalam siaran pers KBRI Beograd yang diterima di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat 23 Juni 2017.
Menurut Harry, perdagangan internasional dan investasi memiliki peran penting dalam tata kelola ekonomi global termasuk dalam kerja sama bilateral. Seminar tersebut berlangsung pada 16 Juni 2017 di Hotel Metropol Palace Beograd dengan tujuan mendiseminasi perkembangan dan potensi perdagangan dan investasi Indonesia.
Acara itu merupakan tahap awal untuk meningkatkan awareness di kalangan pelaku bisnis Serbia dan KBRI akan terus melakukan usaha-usaha serta menindaklanjuti hasil seminar tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London Endy Dwi Tjahjono dalam seminar itu memaparkan perkembangan dan capaian perekonomian Indonesia, termasuk nilai tukar rupiah yang kompetitif, tingkat inflasi termasuk inflasi regional yang stabil dan terkendali, sektor perbankan yang terus menguat dan melambatnya utang eksternal.
Wakil Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Budapest Muhammad Rivai Abbas juga menyampaikan pentingnya faktor-faktor pendukung perdagangan Indonesia, antara lain perkembangan ekonomi Indonesia, rendahnya tingkat inflasi, pertumbuhan middle class, peningkatan tingkat pendidikan, posisi geostrategis Indonesia, stabilitas politik dan pemerintahan yang baik dan bersih.
Dalam upaya meningkatkan minat pelaku usaha dan investasi Serbia di Indonesia, tantangan yang dihadapi KBRI adalah kecenderungan pengusaha Serbia yang terkonsentrasi pada perdagangan dengan negara-negara di kawasan dan negara-negara Uni Eropa.
Selain itu, kondisi Serbia yang masih dalam masa pemulihan ekonomi sehinga memiliki prioritas untuk menarik investasi luar negeri juga menjadi salah satu tantangan bagi KBRI.
Kendati demikian, minat kerja sama dari Indonesia telah diimplementasikan pada tahun-tahun terakhir yaitu telah terdapat investasi Indonesia di Serbia yakni pabrik mi instan Indomie yang telah beroperasi secara penuh dari pertengahan 2016 dan juga "Mushroom Plantation" yang telah beroperasi sejak awal 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News