Bendera Jepang (REUTERS/Toru Hanai)
Bendera Jepang (REUTERS/Toru Hanai)

Obligasi Pemerintah Jepang Alami Pelemahan Tipis

Angga Bratadharma • 03 Mei 2017 07:10
medcom.id, Tokyo: Harga obligasi Pemerintah Jepang jangka pendek sedikit mengalami penurunan setelah Bank of Japan (BoJ) memangkas pembeliannya untuk tiga sampai lima tahun. Sementara keseluruhan suasana perdagangan mengalami pelemahan menjelang liburan.
 
Mengutip Reuters, Rabu 3 Mei 2017, JGB benchmark 10 tahun tidak diperdagangkan, sementara futures JCI 10 tahun berakhir datar di 151,02. Pasar Tokyo akan ditutup selama tiga hari dari Rabu untuk serangkaian liburan yang dikenal sebagai Golden Week. Beberapa pasar di Asia dan Eropa juga tutup pada Senin untuk liburan.
 
BoJ menawarkan untuk membeli 300 miliar yen (USD2,69 miliar) JGBs dengan tiga sampai lima tahun tersisa untuk jatuh tempo dalam operasi pembelian biasa. Ini mengalami penurunan dari 320 miliar yen yang ditawarkannya untuk dibeli dalam operasi sebelumnya.

Penurunan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar setelah bank sentral mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya bermaksud untuk meningkatkan pembelian 250 miliar yen menjadi 350 miliar yen JGB tiga sampai lima tahun di setiap operasinya untuk jangka waktu tersebut di Mei dibandingkan dengan 300 sampai dengan 400 miliar yen pada April.
 

 
Hasil JGB lima tahun menambahkan setengah basis poin menjadi minus 0,60 persen, sementara imbal hasil dua tahun rata-rata di minus 0,205 persen. Adapun imbal hasil dari obligasi pemerintah akan terus mengalami fluktuasi sejalan dengan situasi dan kondisi perekonomian Jepang.
 
Sebelumnya, BoJ mempertahankan kebijakan moneter stabil dan menawarkan pandangan ekonomi yang optimistis dibandingkan dengan bulan lalu. Kondisi itu menandakan keyakinannya bahwa permintaan atas permintaan luar negeri akan membantu mempertahankan pemulihan yang didorong oleh kinerja ekspor.
 
Namun bank sentral Jepang sedikit mengurangi perkiraan inflasi untuk tahun fiskal ini dalam sebuah tinjauan triwulanan mengenai proyeksi tersebut, menunjukkan bahwa pihaknya akan mempertahankan stimulus moneternya yang besar untuk mencapai target dua persen yang ambisius.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan