Harga Minyak Dunia Menguat Ditopang Penurunan Persediaan
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Harga minyak Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke tingkat tertinggi dua pekan pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi menyusul laporan penurunan persediaan di sebuah pusat penyimpanan utama di negara tersebut.

Mengutip Antara, Rabu, 21 Februari 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 22 sen menjadi menetap di USD61,90 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman April, turun 57 sen menjadi ditutup pada USD65,25 per barel di London ICE Futures Exchange.

Data terbaru dari perusahaan intelijen pasar Genscape menunjukkan bahwa persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak mentah AS, turun 2,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 16 Februari, menurut Reuters.

Minyak AS juga didukung ekspektasi bahwa produsen-produsen minyak terkemuka OPEC dan non-OPEC dapat memperpanjang kerja sama hingga melewati 2018.

Menteri Energi Uni Emirat Arab dan Presiden OPEC Suhail al-Mazroui mengatakan produsen-produsen minyak dari OPEC dan non-OPEC, termasuk Rusia, akan membahas perpanjangan kerja sama untuk jangka waktu yang lebih lama lagi ketika mereka bertemu pada Juni, karena mereka berusaha menghindari guncangan-guncangan di pasar utama.

Sementara Brent jatuh di bawah tekanan dari USD yang lebih kuat. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,58 persen menjadi 89,717 pada akhir perdagangan Selasa. Greenback yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam dolar AS kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id