Dieter Kempf, presiden badan industri Jerman (BDI). Foto : AFP.
Dieter Kempf, presiden badan industri Jerman (BDI). Foto : AFP.

Pabrikan Jerman: Kami Masih dalam Resesi

Ekonomi jerman Perang dagang
Arif Wicaksono • 16 Januari 2020 21:21
Jakarta: Pertumbuhan industri Jerman masih mengalami resesi. Dieter Kempf, presiden badan industri Jerman (BDI), mengatakan pada konferensi tahunannya bahwa tidak ada tanda-tanda kenaikan industri Jerman pada tahun ini.
 
"Industri masih terjebak dalam resesi, tidak ada tanda-tanda untuk sektor ini keluar dari posisi terbawahnya," kata dia dikutip dari The Guardian, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Secara keseluruhan, BDI hanya mengharapkan Jerman tumbuh 0,5 persen pada tahun ini. Kenaikan sebagiannya dibantu oleh peningkatan hari kerja yang memacu produktivitas industri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jerman sangat menderita akibat perang dagang AS-Tiongkok. Pertumbuhan global yang lebih lemah akan melemahkan permintaan untuk mesin-mesin berat buatan Jerman.
 
Industri Jerman juga menderita dari perlambatan di zona euro, dan masalah struktural dalam industri mobilnya yang pindah dari mobil diesel ke model listrik. Padahal permintaan mobil listrik belum sebanyak diesel.
 
BDI menyerukan Berlin untuk mengimplementasikan proyek infrastruktur publik baru yang besar untuk mendorong pertumbuhan serta memberi lebih banyak pekerjaan kepada para anggotanya. Ia juga ingin pajak korporasi dipotong, dari 31 persen menjadi 25 persen.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif