Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)

Indeks Acuan Saham Inggris Tertekan 0,56%

Ekonomi dolar as
Antara • 19 Juli 2019 09:47
London: Saham-saham Inggris melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London berakhir 0,56 persen atau 42,37 poin lebih rendah menjadi 7.493,09 poin. Sejauh ini, Inggris masih dihadapkan pada ketidakpastian yang salah satunya kebijakan Brexit.
 
Mengutip Antara, Jumat, 19 Juli 2019, Fresnillo, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia yang berbasis di Meksiko, menderita kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya jatuh 9,12 persen.
 
Diikuti oleh saham perusahaan ilmu pengetahuan dan kimia global Johnson Matthey yang merosot 4,93 persen, serta perusahaan persewaan peralatan industri Inggris Ashtead Group turun 3,40 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, British American Tobacco, kelompok perusahaan produsen rokok terkemuka, melonjak 6,14 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Disusul saham perusahaan barang konsumsi yang fokus pada industri rokok Imperial Brands yang naik 2,19 persen, serta perusahaan yang bergerak di sektor utilitas gas Centrica naik 1,82 persen.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 3,12 poin atau 0,01 persen menjadi 27.222,97 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,69 poin atau 0,36 persen menjadi 2.995,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 22,04 poin atau 0,27 persen lebih tinggi menjadi 8.207,24 poin.
 
Indeks-indeks utama berubah menjadi berada di wilayah hijau pada sore hari setelah Presiden Federal Reserve New York John Williams mengungkapkan pihaknya siap bertindak cepat menurunkan suku bunga acuan pada tanda pertama munculnya kesulitan di ekonomi.
 
Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada akhir Juli berada pada 100 persen, dengan 66,9 persen memperkirakan potongan 50 basis poin, menurut alat FedWatch CME Group. Namun kenaikan lebih lanjut tertahan karena investor mencerna laporan laba perusahaan yang beragam.
 
Saham Netflix jatuh lebih dari 10 persen setelah raksasa video streaming itu melaporkan kehilangan besar pada pertumbuhan jumlah pelanggan internasionalnya. Netflix melaporkan penambahan pelanggan berbayar internasional triwulan sebesar 2,83 juta, dan kehilangan pelanggan berbayar domestik sebesar 126 ribu.
 
Angka-angka yang diungkapkan Netflix mengimbangi hasil laba per saham yang lebih baik dari perkiraan, yang mencapai USD0,60. Sedangkan Morgan Stanley melaporkan pendapatan bersih sebesar USD10,2 miliar dan laba per saham sebesar USD1,23, keduanya mengalahkan perkiraan Wall Street.
 
Pasar menjadi semakin bearish tentang laporan laba sejumlah perusahaan kuartal kedua. Para analis saat ini memperkirakan laba kuartalan S&P 500 secara tahun ke tahun akan turun 0,1 persen, menurut Refinitiv. Meski demikian, ada harapan agar gerak pasar saham bisa kembali membaik di masa mendatang.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif