NEWSTICKER
Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump dalam upacara penandatanganan perjanjian perdagangan antara AS dan Tiongkok, di Gedung Putih, Washington DC. FOTO: Saul Loeb/AFP
Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump dalam upacara penandatanganan perjanjian perdagangan antara AS dan Tiongkok, di Gedung Putih, Washington DC. FOTO: Saul Loeb/AFP

Virus Korona Diperkirakan 'Infeksi' Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok

Ekonomi virus korona ekonomi amerika ekonomi china as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 30 Januari 2020 10:22
New York: Kesepakatan dagang yang baru-baru ini tercapai antara Beijing dan Washington dapat mengalami kerusakan jika penyebaran virus korona di Tiongkok menyebabkan gangguan permintaan yang berkepanjangan. Hal itu tentu diharapkan tidak terjadi karena perang dagang yang terjadi di antara kedua negara telah menekan perekonomian dunia.
 
"Tiongkok telah berkomitmen untuk meningkatkan 88,3 persen impor barang-barang manufaktur dari AS pada 2021 dibandingkan dengan di 2017. Gangguan permintaan yang berkepanjangan bisa membuat penyampaian target itu lebih sulit," tulis para analis di Panjiva Research, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 30 Januari 2020.
 
Komentar itu muncul ketika Tiongkok berjuang untuk menahan wabah virus yang telah menginfeksi setidaknya 5.900 orang dan menewaskan lebih dari 100 orang di negara itu. Bahkan kondisi tersebut mengirimkan kegelisahan di seluruh pasar keuangan secara global karena investor mempertimbangkan potensi dampak ekonominya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kota Wuhan di Tiongkok, Ibu Kota Provinsi Hubei, adalah pusat penyebaran, dan pihak berwenang telah mengisolasi beberapa kota di provinsi itu. Wuhan dan wilayah sekitar Hefei dan Jiangsu -yang juga telah ditutup karena wabah virus- adalah pusat manufaktur utama yang bekerja dengan perusahaan-perusahaan Amerika.
 
"Analisis data pengiriman Panjiva menunjukkan lebih dari 450 importir AS dipasok oleh perusahaan yang berlokasi di Provinsi Hubei," kata laporan itu.
 
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan saat ini tidak ada bukti virus korona dapat ditularkan melalui barang impor dari Tiongkok. CDC mengungkapkan belum ada kasus virus baru di AS yang terkait dengan produk impor.
 

Perusahaan global, Hon Hai (juga dikenal sebagai Foxconn) adalah di antara lima perusahaan teratas yang mengimpor ke AS dari wilayah Hubei, menurut Panjiva Research. Foxxconn yang berbasis di Taiwan adalah produsen elektronik kontrak terbesar di dunia dan perakit produk Apple terbesar.
 
CEO Apple Tim Cook mengatakan wabah virus korona yang sedang berlangsung di Tiongkok telah berdampak pada operasi Apple. Cook mengungkapkan perusahaan memiliki beberapa pemasok di wilayah Wuhan. Adapun beberapa fasilitas manufaktur di tempat lain di Tiongkok akan tetap ditutup hingga 10 Februari, seperti yang direkomendasikan oleh Tiongkok.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif