Ilustrasi. AFP PHOTO/SHAUN CURRY
Ilustrasi. AFP PHOTO/SHAUN CURRY

Bursa Saham Inggris Ditutup Turun 0,01%

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
Antara • 18 September 2019 09:46
London: Bursa saham Inggris berakhir hampir tidak berubah pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun tipis 0,01 persen atau 1,01 poin, menjadi 7.320,40 poin. Ketidakpastian ekonomi Inggris masih memberikan efek negatif terhadap gerak pasar saham.
 
Mengutip Antara, Rabu, 18 September 2019, Aveva Group, sebuah perusahaan teknologi informasi multinasional Inggris, melonjak 3,19 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi dari saham-saham unggulan atau blue chips.
 
Diikuti oleh saham perusahaan penerbitan dan penyelenggara pameran Relx serta kelompok perusahaan layanan bisnis Inggris Rentokil Initial, yang masing-masing naik sebesar 2,89 persen dan 2,83 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, TUI, kelompok perusahaan pariwisata terintegrasi berbasis di Jerman, mengalami kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 4,62 persen.
 
Disusul oleh saham perusahaan pembuat dan pertambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal Evraz yang jatuh 3,88 persen, serta kelompok perusahaan pengemasan dan kertas internasional Mondi turun 3,04 persen.
 
Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat berakhir dengan kenaikan moderat pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), di tengah pertemuan Federal Reserve membahas kebijakan moneter utama dan sejumlah rilis data ekonomi. Di sisi lain, perang dagang yang masih berlangsung terus memberikan tekanan tersendiri.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 33,98 poin atau 0,13 persen menjadi 27.110,80. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 7,74 poin atau 0,26 persen menjadi 3.005,70. Indeks Komposit Nasdaq naik 32,47 poin, atau 0,40 persen, menjadi 8.186,02.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan real estat dan utilitas masing-masing naik sebanyak 1,4 persen dan 0,89 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan saham energi turun 1,52 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Pertemuan kebijakan moneter the Fed pada September dimulai Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dan bank sentral diperkirakan mengumumkan keputusan terbaru tentang suku bunga pada Rabu sore waktu setempat (Kamis WIB). Pelaku pasar bertaruh tinggi bahwa suku bunga acuan akan diturunkan oleh bank sentra AS.
 
"Pemotongan suku bunga yang kami harapkan pada kuartal keempat mencerminkan keyakinan kami lapangan kerja akan terus melambat, konsumsi juga memudar dan arus lintas global akan terus berlanjut," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low.
 
Di sisi ekonomi, produksi industri Amerika Serikat naik sebanyak 0,6 persen pada Agustus setelah turun 0,1 persen pada Juli, Federal Reserve melaporkan. Sementara itu, Wall Street memperkirakan adanya kenaikan 0,4 persen, menurut survei MarketWatch.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif