Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Korea Selatan Pertahankan Suku Bunga di Level 1,25%

14 Juli 2016 11:53
medcom.id, Seoul: Bank Sentral Korea Selatan (BoK) mempertahankan suku bunga utamanya di tingkat terendah selama ini pada 1,25 persen, untuk menunggu dan melihat dampak dari penurunan suku bunga bulan sebelumnya.
 
Gubernur BoK  Lee Ju-yeol dan enam anggota dewan kebijakan lainnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pembelian kembali tujuh hari (seven-day repurchase rate) di 1,25 persen.
 
Xinhua melansir, Kamis, 14 Juli, bank sentral memangkas suku bunga acuan seperempat persentase poin pada  Juni. Penurunan suku bunga Juni datang di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak negatif dari restrukturisasi perusahaan yang dipimpin pemerintah di industri galangan kapal dan pengiriman.

Pemerintah mengumumkan sekitar 10 triliun won (USD8,8 miliar) dalam anggaran tambahan untuk semester kedua tahun ini, karena ekspektasi bahwa situasi ekonomi akan lebih buruk di paruh kedua daripada di paruh pertama karena restrukturisasi perusahaan yang sedang berlangsung.
 
BoK berusaha untuk menunggu dan melihat bagaimana stimulus fiskal dan moneter bulan lalu akan mempengaruhi ekonomi yang sedang goyah, menahan diri dari mengubah kebijakan suku bunganya.
 
Sebagaimana dikutip dari Antara, berdasarkan rencana restrukturisasi, tiga pembuat kapal Korea Selatan, termasuk Hyundai Heavy Industries, Samsung Heavy Industries dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, berencana mengurangi kelebihan kapasitas sebesar 20 persen dan mengurangi tenaga kerja sebesar 30 persen pada akhir 2018.
 
Tingkat pengangguran terus meningkat di wilayah pesisir tenggara negara itu, di mana galangan kapal utama berada. Meskipun ekonomi lesu, hal itu akan sulit bagi BoK untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut karena kekhawatiran bahwa modal asing dapat mengalir keluar dari pasar Korea Selatan menyusul Brexit, atau referendum Inggris meninggalkan Uni Eropa (EU).
 
Jika BoK memangkas suku bunga lagi, eksodus modal asing mungkin terjadi. Meskipun bank memperketat standar untuk meminjamkan uang kepada rumah tangga, utang rumah tangga terus mempertahankan tren pemecahan rekor.
 
Tingkat bunga yang sudah di rekor terendah dikhawatirkan akan meningkatkan utang tersebut pada laju yang cepat. Utang rumah tangga mencapai setinggi 1.200 triliun won (USD1,05 triliun), menjaga tren pemecahan rekor. Utang oleh rumah tangga kepada bank meningkat 6,6 triliun won dari bulan sebelumnya menjadi 667,5 triliun won hingga akhir Juni.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan