Namun bank sentral Jepang sedikit mengurangi perkiraan inflasi untuk tahun fiskal ini dalam sebuah tinjauan triwulanan mengenai proyeksi tersebut, menunjukkan bahwa pihaknya akan mempertahankan stimulus moneternya yang besar untuk mencapai target dua persen yang ambisius.
"Perekonomian Jepang telah berbalik menuju ekspansi moderat. Itu dibandingkan dengan penilaian bulan sebelumnya bahwa ekonomi Jepang terus pulih moderat sebagai tren," ungkap pernyataan BoJ, seperti dikutip dari Reuters, Jumat 28 April 2017.
.jpg)
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Toru Hanai)
Dalam langkah yang diharapkan secara luas, BoJ mempertahankan tingkat suku bunga acuan di 0,1 persen yang dikenakannya pada sebagian cadangan berlebih yang diparkirkan oleh lembaga keuangan di bank sentral.
Pada pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir pada Kamis, pihaknya juga mempertahankan target imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun Jepang sekitar nol persen. Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda akan mengadakan konferensi pers pada pukul 15.30 waktu setempat untuk menjelaskan keputusan kebijakan tersebut.
Setelah lebih dari tiga tahun pembelian aset yang sangat besar gagal mempercepat inflasi, BoJ mengubah kerangka kebijakannya pada September lalu menjadi satu tujuan untuk membatasi suku bunga jangka panjang. Langkah itu dengan harapan bisa mencapai sejumlah target perekonomian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News