Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)

Indeks FTSE-100 Inggris Ditutup Naik 1,17%

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
19 Juni 2019 09:47
London: Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan terjadi dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Saham London naik sebanyak 1,17 persen atau 85,73 poin, menjadi 7.443,04 poin. Sejauh ini, kebijakan Brexit masih dibahas dan memberikan pengaruh terhadap gerak saham.
 
Mengutip Antara, Rabu, 19 Juni 2019, Ashtead Group, sebuah perusahaan penyewaan peralatan industri Inggris, melonjak 6,09 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi dari saham-saham unggulan.
 
Disusul oleh saham perusahaan asal Chili yang beroperasi pada berbagai sektor industri Antofagasta dan perusahaan pengemasan internasional berbasis di Inggris DS Smith, yang masing-masing meningkat sebesar 4,74 persen dan 3,91 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Imperial Brands, perusahaan tembakau multinasional Inggris, mengalami kerugian terbesar di antara saham-saham unggulan, dengan saham jatuh 2,48 persen. Diikuti oleh saham Whitbread, sebuah perusahaan hotel dan restoran multinasional Inggris, yang berkurang 1,52 persen, serta TUI AG, grup pariwisata terintegrasi berbasis di Jerman, turun 1,38 persen.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 353,01 poin atau 1,35 persen, menjadi 26.465,54 poin. Indeks S&P 500 bertambah 28,08 poin atau 0,97 persen, menjadi 2.917,75 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 108,86 poin atau 1,39 persen lebih tinggi, menjadi 7.953,88 poin.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri naik sekitar 1,9 persen, memimpin kenaikan. Mayoritas saham-saham unggulan Dow 30 memperpanjang kenaikan, dengan Boeing dan Intel masing-masing menguat 5,37 persen dan 2,69 persen, memimpin kenaikan.
 
Peka terhadap perdagangan global, kedua perusahaan tersebut secara luas dipandang sebagai indikator utama dampak real-time dari perkembangan perdagangan AS-Tiongkok di pasar saham. Namun saham Facebook turun hampir 0,29 persen, setelah raksasa media sosial itu pada Selasa 18 Juni mengumumkan rencana untuk menciptakan mata uang digital baru.
 
Cryptocurrency atau mata uang kripto dijadwalkan akan diluncurkan pada paruh pertama 2020, yang akan memungkinkan Facebook untuk menemukan celah dalam e-commerce dan pembayaran dalam jaringan atau online.
 
Sementara itu, investor juga mengikuti dengan cermat pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS yang dimulai Selasa 18 Juni dan akan berakhir Rabu 19 Juni waktu setempat. Pertemuan kebijakan dua hari bank sentral AS sedang berlangsung hingga Rabu waktu setempat, yang memicu spekulasi pasar pada langkah moneter dovish the Fed tahun ini.
 
Para investor dan analis sedang menunggu the Fed untuk mengumumkan keputusan terbarunya pada Rabu sore waktu setempat. Namun pasar secara luas memperkirakan the Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif