Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN
Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN

Indeks FTSE-100 Inggris Naik 0,34%

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
Antara • 31 Oktober 2019 09:47
London: Saham-saham Inggris ditutup lebih kuat pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London naik 0,34 persen atau 24,52 poin, menjadi 7.330,78 poin.
 
Mengutip Antara, Kamis, 31 Oktober 2019, Reckitt Benckiser Group, sebuah perusahaan barang konsumen multinasional Inggris, terangkat 3,20 persen, menjadi pencetak keuntungan teratas dari saham-saham unggulan. Diikuti saham perusahaan farmasi AstraZeneca dan perusahaan perbankan Standard Chartered, yang masing-masing meningkat 2,61 persen dan 2,56 persen.
 
Sementara itu, NMC Health, penyedia layanan kesehatan swasta, berkinerja paling terburuk di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya menukik 7,93 persen. Disusul oleh saham Whitbread, perusahaan hotel dan restoran multinasional Inggris,yang jatuh 4,84 persen, serta Antofagasta, sebuah perusahaan pertambangan tembaga, turun 3,50 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat terpantau menguat pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya di tahun ini. Meski demikian, persoalan perang dagang antara Washington dengan Beijing masih memberikan beban tersendiri terhadap pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 115,27 poin atau 0,43 persen menjadi 27.186,69. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 9,88 poin atau 0,33 persen menjadi 3.046,77. Indeks Komposit Nasdaq naik 27,12 poin atau 0,33 persen menjadi 8.303,98.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P ditutup lebih tinggi, dengan utilitas dan perawatan kesehatan masing-masing naik sebanyak 0,87 persen dan 0,78 persen, memimpin para pelopor. Sedangkan sektor energi turun sebanyak 2,12 persen dan menjadi kelompok berkinerja terburuk.
 
Sementara itu, Federal Reserve AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi AS. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target suku bunga menjadi dikisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari.
 
"Memotong suku bunga adalah paket stimulus untuk ekonomi dan pasar, sehingga investor menyukainya," kata Peter Tuchman, seorang pedagang berpengalaman di New York Stock Exchange.
 
Adapun Keputusan Fed mengikuti rilis data pertumbuhan ekonomi AS. Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 1,9 persen di kuartal ketiga tahun ini, sedikit lebih rendah dari tingkat pertumbuhan dua persen pada kuartal kedua, lapor Departemen Perdagangan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif