Inflasi Zona Euro Capai Level Tertinggi di Oktober
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Brussels: Inflasi tahunan zona euro pada Oktober naik ke level tertinggi sejak Desember 2012, karena harga energi yang lebih tinggi dan pengaruh inflasi inti. Inflasi zona euro pada Oktober diperkirakan mencapai 2,2 persen, naik dari 2,1 persen pada September, data dari Eurostat, kantor statistik Uni Eropa (UE) menunjukkan.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 3 November 2018, angka ini sejalan dengan ramalan konsensus dan mencerminkan kombinasi dari energi yang lebih tinggi dan inflasi inti. Harga energi pada Oktober naik sebanyak 10,6 persen atau lebih tinggi dibandingkan September sebesar 9,5 persen.

"Harus diakui, tingkat inti (yang tidak termasuk komponen energi, makanan, alkohol dan tembakau yang bergejolak) masih rendah di 1,1 persen. Tetapi itu di atas rata-rata untuk tahun lalu dan ukuran survei ekspektasi perusahaan dan ekspektasi konsumen menunjukkan akan naik lebih lanjut seperti perkiraan Bank Sentral Eropa," kata Kepala Ekonom Eropa Jennifer McKeown.

Angka yang dirilis menunjukkan pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga naik hanya 0,2 persen. Ini merupakan yang terlemah sejak kuartal kedua 2014, dan setengah dari ekspektasi ECB sendiri dibanding angka kuartal sebelumnya. Sedangkan ECB berencana mengakhiri pembelian obligasi pada akhir tahun.

"Kami masih melihat ECB mengakhiri pembelian aset pada Desember dan kami tidak mengharapkan perlambatan baru-baru ini dalam kegiatan bisa menyebabkan perubahan panduan ke depan," kata McKeown.

Sebelumnya, bank sentral Eropa memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utama di zona euro atau tidak berubah dibandingkan dengan posisi sebelumnya. Keputusan ini diharapkan memberi efek positif dari sisi moneter guna memperbaiki gerak ekonomi yang sedang tidak menentu.

Suku bunga dasar zona euro akan tetap di 0,00 persen, dengan suku bunga pinjaman marjinal dan suku bunga deposito yang tersisa masing-masing di 0,25 persen dan minus 0,40 persen. ECB berharap suku bunga utama akan tetap pada tingkat saat ini, setidaknya hingga musim panas 2019.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id