Gedung Bank of England (AFP/Adrian DENNIS)
Gedung Bank of England (AFP/Adrian DENNIS)

Bank Sentral Inggris Pertahankan Suku Bunga Acuan di 0,75%

Ekonomi ekonomi inggris bank of england (boe)
Angga Bratadharma • 23 Maret 2019 18:08
London: Pembuat kebijakan di bank sentral Inggris atau Bank of England (BoE) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,75 persen. Keputusan untuk tidak mengubah level suku bunga acuan ini diharapkan memberi efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi termasuk mengelola risiko yang lebih baik lagi.
 
BoE mengatakan dalam laporan Komite Kebijakan Moneter (MPC) Maret yang dirilis bahwa anggota MPC memilih dengan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga bank pada 0,75 persen pada pertemuan yang berakhir pada 20 Maret. Hal itu guna memenuhi target inflasi dua persen dan membantu mempertahankan pertumbuhan dan lapangan kerja.
 
"Sejak pertemuan Komite sebelumnya, berita dalam data ekonomi beragam, tetapi proyeksi Laporan inflasi Februari MPC muncul di jalurnya," kata MPC, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 23 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


MPC memperingatkan meningkatnya risiko bagi ekonomi Inggris sebagai akibat dari kebuntuan atas Brexit, dengan mengatakan bahwa ia terus menghasilkan volatilitas harga aset Inggris, khususnya nilai tukar poundsterling.
 
"Ketidakpastian Brexit juga terus membebani kepercayaan dan aktivitas ekonomi jangka pendek, terutama investasi bisnis," ungkap MPC.
 
MPC menambahkan prospek ekonomi Inggris akan terus bergantung secara signifikan pada sifat dan waktu penarikan dari Uni Eropa. MPC memperingatkan karena ada potensi meningkatnya risiko eksternal dalam laporan itu dan mengatakan bahwa pelunakan berbasis luas dalam PDB global dan pertumbuhan perdagangan terus berlanjut.
 
Di sisi lain, Kamar Dagang Inggris atau British Chambers of Commerce (BCC) menyatakan perusahaan-perusahaan Inggris akan memangkas investasi terbesar dalam 10 tahun terakhir pada 2019. Hal ini terjadi akibat ketidakpastian Brexit meskipun Perdana Menteri Theresa May mendapat kesepakatan untuk memudahkan negara itu keluar dari Uni Eropa.
 
Kamar dagang tersebut memperkirakan investasi turun 1,0 persen pada 2019. Investasi yang turun tersebut akan memicu kenaikan upah sehingga membebani perekonomian Inggris secara keseluruhan. Tidak ditampik kelambanan politik telah memiliki konsekuensi ekonomi.
 
"Dengan banyak perusahaan yang mengerem keputusan investasi dan rekrutmen," kata Direktur Jenderal BCC Adam Marshall.
 
Lebih buruk lagi, lanjut dia, beberapa perusahaan telah memindahkan investasi dan rencana pertumbuhan sebagai bagian dari persiapan darurat mereka. "Sebagian dari investasi ini mungkin tidak akan pernah kembali ke Inggris," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif