Illustrasi, Dok;AFP.
Illustrasi, Dok;AFP.

Bank Dunia Fokus 3 Isu Ini

Ekonomi bank dunia IMF-World Bank
Angga Bratadharma • 14 Oktober 2018 14:00
Nusa Dua: Komite Pembangunan (Development Committee) Bank Dunia melakukan pertemuan di Bali, Indonesia. Tiga hal yang digarisbawahi oleh komite dari Pertemuan Tahunan IMF-WBG di Bali kali ini adalah isu mengenai ekonomi global, human capital, dan pengembangan teknologi keuangan atau fintech.
 
Pertumbuhan ekonomi global dinilai tetap kuat, namun masih ada ketidakseimbangan dengan pertumbuhan perdagangan dan sektor manufaktur moderat. Risiko penurunan pertumbuhan global terjadi karena beberapa alasan seperti ketidakpastian kebijakan, perkembangan geopolitik, dan pengetatan keuangan global, juga kenaikan level utang dan volatilitas mata uang.
 
Mengutip keterangan resmi Kemenkeu, Minggu, 14 Oktober 2018, komite yang saat ini dipimpin oleh Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati juga menggarisbawahi peran penting dari perdagangan internasional untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan berkelanjutan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komite menyerukan pada negara-negara anggota, dengan dukungan dari Bank Dunia dan IMF, untuk mengimplementasikan kebijakan yang memastikan penguatan dan pertumbuhan ekonomi inklusif, mengurangi risiko, dan mempromosikan daya saing, serta di saat yang sama juga memperkuat ketahanan fiskal yang berkelanjutan
 
Komite juga memberi perhatian pada naiknya kerentanan risiko utang pada beberapa negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah, yang berisiko membalikkan manfaat dari inisiatif penanggulangan utang sebelumnya. Untuk mengatasi situasi ini, dibutuhkan kerangka kerja kebijakan yang solid, kecukupan fiskal, dukungan pihak luar, dan praktek pinjaman yang berkelanjutan dan transparan.
 
Komite meminta World Bank dan IMF membantu negara-negara anggota untuk memperkuat posisi fiskal mereka dengan mengembangkan kapasitas manajemen utang, meningkatkan mobilisasi sumber daya domestik, dan mengembangkan pasar modal di tingkat lokal.
 
Terkait human capital, komite memberi perhatian besar pada masalah ini, khususnya yang berimplikasi pada kemajuan teknologi, keuangan, dan aspek pembangunan lainnya. Komite mendukung Human Capital Project (HCP) serta peluncuran Human Capital Index (HCI) dengan program-program pendukung dari negara-negara yang terlibat.
 
Ini merupakan platform yang dapat mendukung investasi sistem kesehatan dan pendidikan nasional maupun global jangka panjang, membantu negara-negara tersebut mengantisipasi masa depan ekonomi yang akan bertransformasi karena perubahan teknologi.
 
Bank Dunia menyambut baik pengembangan agenda Bali Fintech oleh WBG-IMF. Komite menilai lembaga-lembaga yang terlibat harus memanfaatkan potensi fintech untuk memperdalam pasar keuangan, meningkatkan akses dan tanggung jawab terhadap layanan keuangan, memfasilitasi pembayaran lintas batas, memperkuat sistem remitansi, dan juga harus bisa mengelola risiko pada pengguna teknologi ini.
 
Pengembangan fintech hendaknya difokuskan pada negara-negara berpenghasilan rendah, negara-negara kecil, dan komunitas terpinggirkan, terutama untuk menutup kesenjangan yang sering dialami perempuan dan UKM dalam akses pembiayaan.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif