Demikian semangat Bio Farma menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bermarkas di Bandung tersebut menargetkan menjadi produsen utama vaksin di Asia Tenggara bahkan dunia.
"Vaksin dari Indonesia untuk dunia!" ujar General Manager Coorporate Comunication Bio Farma, Nurlaela Arief, di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2015).
"Tapi brand Bio Farma jangan hanya kuat di luar negeri, di dalam negeri juga kuat dong. Masyarakat agar sadar dan mau pakai produk dalam negeri," sambungnya sambil tersenyum.
Untuk mencapai target menjadi produsen kelas dunia, Bio Farma akan menambah kapasitas produksinya. Hanya dengan menambah kapasitas produksi yang saat ini 2 miliar dosis, maka vasin bisa diekspor tanpa mengorbankan pasokan dalam negeri.
"Bio Farma ini termasuk produsen vaksin ketiga terbesar di dunia setelah Tiongkok dan India lho," imbuhnya.
Bio Farma juga tercatat sebagai satu dari 23 produsen vaksin di dunia yang kualitas produknya diakui oleh WHO. Maka jelas Bio Farma termasuk yang sangat diperhitungkan sebab total ada 200 produsen vaksin di seluruh dunia.
"Bio Farma mulai bertransformasi. Kami sebelumnya produksi vaksin saja, sejak 2014 mulai masuk life science company. Kami memproduksi selain vaksin juga, seperti biotechnology," papar wanita berjilbab ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News