OPEC Kutuk Tuduhan Trump soal Monopoli Pasar Minyak
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Aljazair: Negara-negara OPEC dan non-OPEC mengutuk tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menuduh OPEC memonopoli pasar minyak.

Tak hanya itu, Trump juga meminta OPEC untuk meningkatkan produksi dalam upaya untuk menurunkan harga. Demikian seperti dilansir dari Xinhua, Senin, 24 September 2018.

Pertemuan Komite Pemantau Bersama OPEC dan non-OPEC (JMMC) yang ke-10 yang digelar di Aljazair sepakat untuk mempertahankan tingkat produksi minyak saat ini di tengah seruan AS untuk meningkatkan produksi yang dapat menurunkan harga minyak.

"Sanksi dan perang dagang yang diberlakukan akan berdampak pada ekonomi global, termasuk di pasar minyak," ujar Menteri Energi Rusia Alexander Novak, dalam sambutannya saat pembukaan pertemuan.

Menteri Rusia mengacu sanksi yang dikenakan AS terhadap Iran, yang merupakan produsen minyak utama. Sementara perang dagang mengacu pada konflik perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan Tiongkok.

Dalam respons yang tegas terhadap Trump, Presiden OPEC Suhail Mohamed Al Mazroui mengatakan bahwa OPEC bukan organisasi politik dan tidak menyerah pada tekanan politik.

Suhail, yang juga Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) menambahkan bahwa misi utama OPEC bukan untuk menaikkan atau menurunkan harga minyak, tetapi untuk mencapai pasar yang seimbang.

"Kita harus bijak, kita harus terus mengantisipasi pasokan dan permintaan untuk menghindari kesalahan sebelumnya yang mempengaruhi keseimbangan pasar minyak," tegasnya.

Suhail lebih lanjut mengundang negara produsen minyak lainnya untuk bergabung dengan perjanjian OPEC-non-OPEC dan membantu menjaga dan mempertahankan keseimbangan pasar minyak global.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mendukung mitranya dari UEA. "Tidak ada kesepakatan untuk meningkatkan produksi, dan harga minyak pada USD80 per barel akan lebih baik bagi produsen dan konsumen," kata Falih kepada wartawan.

JMMC, yang diketuai bersama oleh Arab Saudi dan Rusia, terdiri dari empat negara anggota OPEC, yaitu Aljazair, Arab Saudi, Kuwait dan Venezuela, dan dua negara anggota non-OPEC, Rusia dan Oman.

Hal ini bertujuan untuk memastikan tercapainya tujuan Deklarasi Algiers dalam mengurangi produksi minyak sebesar 1,8 juta barel per hari untuk menyesuaikan produksi dalam kisaran 32,5 hingga 33 juta barel per hari untuk menahan turunnya harga.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id