Industri Besi dan Baja Tiongkok Tumbuh Solid

Angga Bratadharma 27 November 2018 11:22 WIB
bajationgkok
Industri Besi dan Baja Tiongkok Tumbuh Solid
Industri baja di Tiongkok - - Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Beijing: Industri besi dan baja Tiongkok telah mempertahankan momentum pertumbuhan yang solid dengan mencatat kenaikan signifikan dalam pendapatan operasional dan laba dari Januari hingga September. Kondisi ini terjadi di tengah perang dagang yang masih terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

Mengutip Xinhua, Senin, 26 November 2018, statistik dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menunjukkan bahwa total pendapatan operasional utama industri naik sebanyak 14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 5,66 triliun yuan (USD816,7 miliar).

Keuntungan agregat industri selama periode tersebut sebesar 358,7 miliar yuan, naik 65,3 persen secara tahun ke tahun. Perusahaan besar dan menengah berkontribusi 3,06 triliun yuan dengan total pendapatan operasional dan 230 miliar yuan untuk keuntungan. Dua angka itu menandai kenaikan masing-masing 14,5 persen dan 86 persen.

Pada akhir September, rasio utang perusahaan besar dan menengah turun 3,9 poin persentase dari tahun sebelumnya menjadi 66,1 persen. Berkat upaya mengurangi kelebihan kapasitas dan larangan produksi pada baja di bawah standar, produsen besi dan baja Tiongkok telah mampu menjual produk mereka ke luar negeri dengan harga yang lebih baik.

Dari Januari hingga September, Tiongkok mengekspor produk baja 53,08 juta ton, turun 10,7 persen tahun ke tahun, tetapi nilai ekspor agregat mereka telah meningkat 6,1 persen secara tahun ke tahun menjadi 298,99 miliar yuan. Tahun ini, ekspor baja Tiongkok diperkirakan mencapai sekitar 70 juta ton.

Sebuah laporan terpisah dari Asosiasi Industri Besi dan Baja Tiongkok mengatakan bahwa tekanan pada sisi pasokan akan tetap ada. Pada Oktober, produksi harian baja mentah negara itu rata-rata 2,66 juta ton. Meskipun jumlahnya turun 1,19 persen dari bulan sebelumnya, angka itu tetap menjadi yang tertinggi ketiga dalam sejarah.

Karena musim dingin biasanya musim yang lambat, asosiasi meminta perusahaan lokal untuk menganalisis perubahan permintaan dengan hati-hati untuk memastikan operasi pasar yang stabil. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemulihan investasi manufaktur dan pembangunan infrastruktur akan meningkatkan permintaan baja.

Kondisi itu terjadi karena negara telah mengambil serangkaian langkah untuk mengurangi kekurangan modal yang dihadapi perusahaan swasta. "Secara umum, permintaan baja negara akan tetap stabil," kata dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok.







(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id