Penggemar shinkansen mengabadikan shinkanse baru --  JAPAN OUT AFP PHOTO / JIJI PRESS
Penggemar shinkansen mengabadikan shinkanse baru -- JAPAN OUT AFP PHOTO / JIJI PRESS

Menggagumi Kecepatan dan Kecanggihan Kereta Peluru Jepang

Antara • 21 Maret 2015 10:33
medcom.id, Jakarta: Jarak antara Tokyo dan Kota Sendai, Prefektur Miyagi, Jepang, adalah sekitar 365 kilometer (km), atau hanya sekitar 50 km lebih panjang daripada jarak antara Jakarta dan kota Tegal, Jawa Tengah.
 
Namun, kereta api yang mengangkut penumpang dari Jakarta Kota menuju Tegal, seperti kereta api ekonomi Tegal Arum, biasanya memiliki waktu tempuh lebih dari lima jam dengan kecepatan operasi kereta sekitar 50-100 km per jam. Sedangkan dengan menggunakan Shinkansen yang mendapat julukan "kereta peluru" di Jepang, jarak antara Tokyo dan Sendai dapat ditempuh hanya dalam jarak waktu dua jam.
 
Hal itu dialami Antara yang bersama sejumlah wartawan berbagai media, meliput lawatan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dijadwalkan menjadi pembicara dalam konferensi internasional di Sendai, 14 Maret 2015.

Stasiun tempat Shinkansen melaju yang berada di dalam Kota Tokyo pada tampak luarnya seperti gedung perkantoran. Di dalamnya, banyak orang yang berlalu lalang dan kebersihan sangat terjaga, tak ada sampah. Kereta Shinkansen memiliki bentuk yang berbeda pada umumnya, karena memiliki moncong yang mengerucut dan tidak datar seperti kereta listrik yang dapat dijumpai di Jabodetabek dan tempat lainnya.
 
Saat kami ke sana, ternyata juga sedang dilakukan operasionalisasi kereta Shinkansen baru sehingga banyak warga Jepang yang juga ingin memotret kereta baru tersebut. Duduk di dalam Shinkansen juga terasa nyaman dan tidak membuat penumpangnya merasa mual, meskipun kereta peluru tersebut diketahui dapat mencapai kecepatan maksimal hingga sekitar 300 km per jam.
 
Berangkat dari Tokyo sekitar pukul 7 pagi, kami dapat sampai ke Stasiun Sendai pada sekitar pukul 9. Menurut panduan buku pariwisata Sendai yang dapat diambil secara gratis di sejumlah titik, terdapat tiga tipe perjalanan Shinkansen antara Tokyo dan Sendai.
 
Dari ketiga tipe tersebut, terdapat tipe Hayabusa yang merupakan kereta ekspres berkecepatan sangat tinggi, sehingga jarak kedua kota tersebut dapat ditempuh hanya sekitar 1,5 jam. Berdasarkan ensiklopedia dunia maya Wikipedia, Shinkansen dioperasikan oleh empat perusahaan yang tergabung dalam Japan Railways Group.
 
Pada awal beroperasi di 1964, jaringan Shinkansen hanya 515 km, namun saat ini telah lebih dari 2.615 km. Jaringan yang ada di Shinkansen menghubungi kota-kota besar yang terdapat di Honshu (pulau terbesar di Jepang) dan Kyushu. Sedangkan saat ini sedang dikerjakan konstruksi yang menghubungkan ke pulau bagian utara, yakni Hokkaido.
 
Jalur Shinkansen merupakan salah satu jalur tersibuk di dunia, karena bisa mengangkut ratusan juta orang per tahun (pada 2007 tercatat mengangkat sekitar 353 juta orang). Sementara di jalur antara Tokyo dan Osaka saja (dua kota terbesar di Jepang), terdapat 13 rangkaian kereta yang beroperasi (masing-masing memiliki 16 gerbong) dengan jarak antara kereta minimal tiga menit. Shinkansen juga memudahkan pergerakan warga Jepang  yang komuter, yaitu mereka yang bekerja di kota besar seperti Tokyo, tetapi memiliki rumah atau tempat tinggal di luar kota besar tersebut.
 
Atasi Kesulitan Geografis
 
Salah satu alasan mengapa Jepang menciptakan Shinkansen guna mengatasi kesulitan geografis yang dialami warga di Negeri Matahari tersebut, yaitu bentangan alam yang bergunung-gunung. Sejak datangnya persetujuan dari pemerintah Jepang dari 1958, pengerjaan konstruksi jalur Shinkansen Tokyo-Osaka segera dimulai pada tahun berikutnya.
 
Sedangkan bentuk pendanaan kepada Japan Railways Group diberikan dalam bentuk pinjaman dari pemerintah, obligasi, dan pinjaman berbunga rendah dari Bank Dunia. Namun, kendala juga menghampiri karena dugaan awal anggaran hanya sekitar 200 miliar yen ternyata membengkak menjadi dua kali lipat atau sekitar 400 miliar yen.
 
Setelah mendapat berbagai hambatan dan tantangan, akhirnya jalur Shinkansen pertama mulai beroperasi pada 1 Oktober 1964, atau bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade yang berlangsung di Tokyo pada tahun itu. Layanan Shinkansen ternyata mendapat respons positif warga Jepang, dengan dapat mencapai jumlah 100 juta penumpang tidak sampai dari tiga tahun setelah memulai beroperasi, atau tepatnya pada 13 Juli 1967.
 
Setelah itu, Shinkansen juga tercatat mengangkut penumpang ke-satu miliarnya pada 1976. Kereta Shinkansen yang pertama, atau Seri 0, diketahui dapat menempuh kecepatan hingga lebih dari 210 kilometer per jam, dan telah dipensiunkan pada 2008.
 
Salah satu gerbong tersebut, dari kereta Shinkansen awal, kini dapat dilihat di National Railway Museum di York, Inggris. Hal lainya yang mencengangkan adalah selama sekitar separuh abad beroperasinya Shinkansen, tidak pernah ada kejadian kecelakaan tabrakan yang memakan korban jiwa.
 
Prestasi itu juga makin mengagumkan jika kita mengingat bahwa Jepang adalah salah satu negara yang kerap dilanda bencana alam seperti gempa bumi, angin taifun, dan tsunami. Namun demikian, pernah terdapat pula peristiwa bunuh diri yang dilakukan penumpang yang meloncat dari atau di depan kereta Shinkansen yang sedang bergerak dengan kecepatan tinggi tersebut.
 
Saat ini terdapat petugas yang mengawasi di setiap sambungan antargerbong untuk mencegah kejadian tragis seperti orang yang mencoba untuk bunuh diri. Sedangkan pada kejadian seperti gempa bumi, terdapat sistem deteksi yang dapat menghentikan kereta dengan segera.
 
Tak disangsikan lagi, Shinkansen telah membawa efek yang berarti baik bagi kondisi masyarakat Jepang baik dari aspek ekonomi, lingkungan, hingga budaya. Bahkan, tercatat jalur Shinkansen Tokyo-Osaka hanya menghasilkan 16 persen karbondioksida dari perjalanan yang dilakukan oleh kendaraan pribadi, sehingga menghemat 15.000 ton karbondioksida per tahun.
 
Tidak heran pula bila banyak negara yang meniru Shinkansen Jepang, seperti Taiwan, Tiongkok, dan Inggris. Wakil Presiden Jusuf Kalla sendiri pada pertemuan dengan sekitar 300 WNI di KBR Tokyo juga mengagumi kehebatan Jepang sebagai negara yang tidak terlalu banyak memliki sumber daya alam tetapi dapat maju.
 
"Seperti Jepang, yang hanya mempunyai semangat dan pengetahuan. Itulah sebabnya kita harus banyak belajar dari negeri ini," kata Wapres.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan