Kesepakatan NAFTA Dinilai Terjadi Usai Pemberlakuan Tarif Trump
Ilustrasi (knowledge.wharton.upenn.edu)
New York: Goldman Sachs memperkirakan keputusan Pemerintahan Donald Trump untuk mengenakan tarif kepada Kanada dan Meksiko berpeluang memunculkan kesepakatan baru dalam NAFTA. Selain itu, pengenaan tarif mengirimkan sinyal negatif pada kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan Kanada dan Meksiko.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyatakan bahwa administrasi Trump siap mengumumkan pengenaan  tarif 25 persen untuk baja dan tarif 10 persen untuk aluminium yang diimpor dari Uni Eropa, Kanada dan Meksiko. Negosiasi dengan Kanada dan Meksiko tidak cukup untuk memperpanjang pembebasan mereka dari tarif, yang berakhir Jumat waktu setempat.

AS, Kanada, dan Meksiko telah merundingkan perombakan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA, tetapi para ahli perdagangan telah mengatakan bahwa prospek kesepakatan tidak lagi seoptimistis seperti yang terjadi beberapa minggu yang lalu. Ekonom Goldman mengatakan tarif sekarang membuat prospek lebih buruk.



"Keputusan untuk memberlakukan tarif di Kanada dan Meksiko menunjukkan bahwa prospek untuk perjanjian NAFTA dalam jangka pendek memudar. Sikap negosiasi AS sering tidak dapat diprediksi sehingga ada risiko menafsirkan berlebihan setiap peristiwa tunggal," tulis ekonom Goldman Sachs, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 2 Juni 2018.

Ketua DPR AS Paul Ryan telah meminta kesepakatan pada 17 Mei agar Kongres saat ini dapat memilihnya. Tetapi Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer memperingatkan kesepakatan perjanjian tidak dekat. Ekonom Goldman mengatakan tarif dan kuota baru di Korea Selatan, Australia, dan Brasil, seharusnya hanya memiliki dampak ekonomi yang sederhana.

"Pengaruh inflasi tambahan dari tarif ini harus kecil. Kami memperkirakan bahwa menambahkan Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa ke negara-negara yang menghadapi tarif 25 persen pada baja dan 10 persen pada aluminium dapat meningkatkan tingkat inflasi konsumen inti sekitar satu bps," pungkasnya.

 



(ABD)