Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bank Dunia Koreksi Harga Energi

Ekonomi bank dunia energi
Angga Bratadharma • 02 November 2019 15:04
Washington: Bank Dunia dalam October Commodity Markets Outlook memperkirakan harga energi dan komoditas logam akan terus turun pada tahun depan. Kondisi itu diyakini terjadi setelah adanya penurunan tajam di tahun ini lantaran prospek pertumbuhan global dan permintaan yang lebih lemah.
 
"Harga minyak mentah diproyeksikan rata-rata USD60 per barel tahun ini dan melemah menjadi USD58 per barel di tahun depan," kata Bank Dunia dalam October Commodity Markets Outlook, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 2 November 2019.
 
Sejalan dengan perlambatan pertumbuhan global, konsumsi minyak sekarang diperkirakan naik pada kecepatan yang jauh lebih lambat daripada perkiraan sebelumnya. Bank Dunia mencatat penurunan ekonomi yang lebih tajam dari perkiraan menimbulkan risiko terbesar terhadap harga minyak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara lebih luas, harga energi, yang juga mencakup gas alam dan batu bara, diperkirakan rata-rata hampir 15 persen lebih rendah pada 2019 daripada 2018, dan terus menurun pada 2020," kata Bank Dunia.
 
Harga logam, termasuk bijih besi, tembaga dan seng, juga diproyeksikan akan turun lima persen di tahun ini dan terus merosot tahun depan karena melambatnya permintaan global sangat membebani pasar.
 
Logam mulia, yang telah meningkat tajam tahun ini, diantisipasi untuk membuat kenaikan lebih lanjut pada 2020 sebagai tanggapan terhadap ketidakpastian global yang meningkat dan kebijakan moneter yang akomodatif. Bank Dunia menambahkan harga komoditas pertanian diantisipasi menurun tahun ini tetapi stabil pada 2020.
 
"Bergantung pada pendapatan ekspor dari sejumlah kecil komoditas, membuat negara berkembang pengekspor komoditas rentan karena lonjakan permintaan dan harga yang lebih tinggi dapat mendorong inovasi dan memfasilitasi substitusi di antara komoditas," kata Direktur Prospek Kelompok Bank Dunia Ayhan Kose.
 
Sebuah resolusi ketegangan perdagangan dapat mendorong harga beberapa komoditas pertanian, seperti kedelai dan jagung. "Sementara harga energi yang lebih rendah dapat menurunkan biaya bahan bakar dan harga pupuk, mengurangi harga tanaman intensif energi seperti biji minyak," tutup laporan Bank Dunia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif