Ilustrasi (FOTO: Pando)
Ilustrasi (FOTO: Pando)

Wall Street Merekah

Ekonomi wall street
14 Juni 2019 07:01
New York: Saham-saham di Wall Street naik atau merekah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB) setelah selama dua hari berturut-turut turun. Penguatan terjadi karena saham energi kembali menguat dipicu lonjakan harga minyak di tengah kekhawatiran gangguan pasokan menyusul serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.
 
Mengutip Antara, Jumat, 14 Juni 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik 101,94 poin atau 0,39 persen menjadi 26.106,77 poin. Indeks S&P 500 bertambah 11,8 poin atau 0,41 persen menjadi 2.891,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 44,41 poin atau 0,57 lebih tinggi menjadi 7.837,13 poin.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Amerika Serikat telah menilai bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan-serangan itu, yang terjadi di dekat Iran dan Selat Hormuz, yang dilewati seperlima dari konsumsi minyak global. Minyak berjangka menetap lebih dari dua persen lebih tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara indeks energi S&P 500 naik 1,3 persen terbesar dari 11 sektor utama. "Kami berkelok-kelok di sini dengan kekuatan di sektor minyak karena di situ lah berita penggerak pasar hari ini," kata Wakil Presiden Senior BB&T Wealth Management Bucky Hellwig, di Birmingham, Alabama.
 
Sementara itu keuntungan dalam saham energi membantu pasar, serangan tanker menambah kekhawatiran potensial bagi investor. "Masih ada kekhawatiran atas risiko geopolitik," kata Kepala Strategi Pasar Prudential Financial Quincy Krosby, di Newark, New Jersey.
 
Saham-saham telah memiliki pergerakan yang kuat pada Juni, di tengah harapan Federal Reserve akan bertindak untuk melawan ekonomi global yang melambat karena meningkatnya perang perdagangan dengan Tiongkok. Indeks acuan S&P 500 naik sekitar lima persen sejauh bulan ini.
 
Tetapi kehati-hatian menjelang pertemuan the Fed minggu depan dan KTT Kelompok 20 pada akhir bulan membatasi kenaikan hari ini. Pasar telah mengantisipasi penurunan suku bunga di beberapa titik tahun ini.
 
"Pasar sedang menunggu untuk mendengar dari the Fed dan apakah mereka akan menyimpang sama sekali dari sikap terbaru mereka. Dan saya menyebutnya posisi dovish aktif untuk melihat apakah mereka terus meletakkan dasar untuk penurunan suku bunga mungkin nanti di musim panas," kata Krosby.
 
Saham Walt Disney Co naik 4,4 persen, memberikan S&P 500 dorongan terbesar, setelah Morgan Stanley menaikkan perkiraan pertumbuhan pelanggan Disney Plus. Di bidang perdagangan, ada keraguan tentang perbaikan apa yang disebut oleh Presiden Donald Trump hubungan perdagangan "testy" dengan Tiongkok menjelang G20.
 
Beberapa perusahaan termasuk rantai furnitur RH mengutip dampak potensial dari tarif yang lebih tinggi pada bisnis mereka dalam laporan setelah bel penutupan Rabu 12 Juni, meskipun RH mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak tarif dan meningkatkan prospek untuk tahun ini.
 
Saham Twitter Inc turun 3,1 persen setelah broker Moffett Nathanson mengatakan pihaknya memperkirakan biaya perusahaan media sosial itu meningkat dan pertumbuhan pendapatannya melambat. Saham-saham yang naik melebihi jumlah yang menurun di NYSE dengan rasio 2,66 banding satu; di Nasdaq dengan rasio 2,23 banding satu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif