Ilustrasi (AFP PHOTO/YASIN AKGUL)
Ilustrasi (AFP PHOTO/YASIN AKGUL)

Dolar AS Perkasa Didukung Data Ekonomi Positif

Ekonomi dolar as
06 Juli 2019 10:05
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan itu terjadi karena data ekonomi terbaru Amerika Serikat yang keluar tampak lebih baik dari perkiraan.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 6 Juli 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,56 persen menjadi 97,2804 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1221 dari USD1,1285 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2526 dari USD1,2575 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6979 dibandingkan dengan USD0,7020. Dolar AS dibeli 108,57 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9919 franc Swiss dari 0,9849 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3083 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3058 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengusaha-pengusaha Amerika Serikat menambahkan 224 ribu pekerjaan pada Juni, dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,7 persen, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan dalam sebuah laporan. Peningkatan lapangan pekerjaan terutama terjadi di bidang layanan profesional dan bisnis, perawatan kesehatan, transportasi dan pergudangan, kata laporan itu.
 
Jumlah total pekerjaan nonpertanian pada Juni jauh lebih tinggi dari angka direvisi bulan sebelumnya (Mei) sebesar 72 ribu, dan lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sekitar 165 ribu yang disurvei oleh The Wall Street Journal.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 43,88 poin atau 0,16 persen menjadi 26.922,12. Indeks S&P 500 berkurang 5,41 poin atau 0,18 persen menjadi 2.990,41. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 8,44 poin atau 0,10 persen lebih rendah menjadi 8.161,79 poin.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor perawatan kesehatan dan real estat masing-masing turun 0,73 persen dan 0,57 persen, memimpin kerugian. Sedangkan, sektor keuangan ditutup naik 0,38 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.
 
Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat menambahkan 224 ribu pekerjaan pada Juni, dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,7 persen, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. Peningkatan lapangan pekerjaan terutama terjadi di jasa-jasa profesional dan bisnis, perawatan kesehatan, transportasi dan pergudangan, kata biro tersebut.
 
Jumlah total pekerjaan non pertanian pada Juni jauh lebih tinggi dari angka revisi pada Mei sebesar 72 ribu, dan lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 165 ribu yang disurvei oleh The Wall Street Journal. Data datang ketika para investor memberi harapan tinggi pada pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral AS untuk mendorong pertumbuhan.
 
Laporan ketenagakerjaan yang lebih baik dari yang diperkirakan dapat mengaburkan harapan, catat para ahli. "Pertumbuhan lapangan pekerjaan yang kuat pada Juni mengurangi peluang penurunan suku bunga," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low, dalam sebuah catatan.
 
"Karena Fed mendefinisikan perlunya penurunan suku bunga dalam hal melambatnya pertumbuhan daripada inflasi yang rendah, pemotongan pada akhir bulan ini tampaknya tidak mungkin kecuali ada pelemahan signifikan dalam indikator konsumen," tambahnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif