Melansir Xinhua, Rabu, 14 Agustus 2019, JP Morgan mengukur indikator risiko ekonomi di level 1.732 basis poin. Risiko ekonomi Argentina telah menjadi yang tertinggi kedua di dunia.
Angka itu berarti bahwa sekuritas utang Argentina harus menawarkan suku bunga 17 persen di atas imbal hasil obligasi 10 tahun AS, yang saat ini sekitar 1,68 persen.
Menyusul hasil pemilihan utama Argentina di hari Minggu, indeks S&P Mervel turun 48 persen pada Senin waktu setempat. Ini merupakan penurunan terbesar dalam satu hari di pasar saham global sejak 1950, menurut Bloomberg News.
Selain itu peso Argentina juga jatuh ke rekor terendahnya di level 60 peso per dolar AS.
Pada September 2018 lalu, Pemerintah Argentina berharap mendapatkan kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF) pada paruh kedua September terkait dukungan keuangan yang lebih besar. Argentina berharap hal itu terjadi karena tengah berusaha menghindari krisis ekonomi.
Menteri Ekonomi Argentina Nicolas Dujovne bertemu dengan Kepala IMF Christine Lagarde di Washington DC, Amerika Serikat, dan mengatakan mereka bekerja sama untuk meningkatkan kesepakatan keuangan yang disepakati dengan dewan eksekutif IMF pada Juni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News