Mengutip Antara, Selasa, 25 September 2018, kurs yang diterapkan pada bank dan entitas lain yang melakukan transaksi dalam jumlah besar adalah 37,30 peso terhadap USD.
Pada awal perdagangan, BCRA menjual sekitar USD250 juta dalam cadangannya untuk membantu meningkatkan mata uang peso Argentina, yang telah kehilangan setengah nilainya sejak Januari, ketika peso diperdagangkan pada 18 peso terhadap USD.
Pekan lalu, pemerintah mengeluarkan lebih banyak surat utang dalam bentuk surat utang jangka pendek ketika bank menjual cadangannya. Langkah tersebut memungkinkan peso memperoleh kembali nilainya lebih dari enam persen.
Argentina telah meminta Dana Moneter Internasional atau Internatioal Monetary Fund (IMF) untuk mempercepat pencairan pinjaman USD50 miliar yang diberikan negara itu awal tahun ini. Pemerintahan Presiden Mauricio Macri menginginkan pembayaran yang dijadwalkan untuk 2020 dan 2021 dipercepat menjadi 2019.
Menurut Menteri Ekonomi Nicolas Dujovne, jika IMF setuju, itu akan menandakan investor bahwa lembaga itu memiliki kepercayaan terhadap ekonomi Argentina dan kemampuannya untuk membayar kembali pinjaman, membantu memperkuat peso dan menstabilkan nilai tukar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News