Apakah Krisis Keuangan Turki Berdampak ke Seluruh Dunia?
Bendera Turki. Dok:AFP.
Instabul: Runtuhnya mata uang lira Turki menciptakan kekhawatiran besar bagi investor di seluruh dunia minggu ini. Krisis mata uang datang setelah perseteruan Turki dengan ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS), gara-gara Presiden AS Donald Trump mengumumkan penggandaan tarif baja dan aluminium.

Pemerintah Turki menempatkan tarif pembalasan atas impor produk AS tertentu. Para ekonom mengatakan bank sentral Turki perlu menaikkan suku bunga secara signifikan untuk memperkuat mata uangnya. Tapi itu sesuatu yang tidak diinginkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sementara itu, Qatar, sekutu kuat Turki, telah menjanjikan USD15 miliar dalam investasi langsung di negara itu.

Mata uang pasar berkembang, dari India melalui Argentina ke Indonesia, mencapai posisi terendah setelah krisis Turki. Sementara ekonomi Turki relatif kecil terhadap perekonomian global dengan persentase satu persen dari produk domestik bruto global.

Setelah akhir krisis keuangan global 2008, tingkat suku bunga rendah di dunia maju berarti lebih murah bagi negara berkembang untuk meminjam dalam dolar atau euro. Sekitar USD40 triliun tambahan utang lari ke pasar negara berkembang sejak saat itu.  Namun, karena bank-bank sentral seperti Federal Reserve AS tidak menurunkan suku bunga lebih rendah lagi, sekarang ini besaran utang dalam mata uang dollar AS semakin membebani negara-negara berkembang.

Menurut Timothy Ash, seorang ahli strategi senior dengan manajemen Aset BlueBay, Turki masih menghadapi tantangan besar ke depan.

"Ekonomi masih terlalu panas, ada tekanan besar dari inflasi, kredibilitas kebijakan masih sangat rendah, dan mereka masih memiliki masalah dengan AS yang benar-benar perlu diselesaikan. Ini tampaknya menjadi bagian dari tren dunia dengan pasar negara berkembang," kata Timothy dikutip dari Aljazeera, Minggu, 19 Agustus 2018.

Dia mengatakan banyak ketidakpastian global dari berbagai kondisi seperti kesalahan kebijakan di Argentina dan Turki, dan kombinasi dari kisah-kisah negara masing-masing yang masih cukup menantang. "Latar belakang geopolitik yang sulit, dan dengan aksi Trump pada perdagangan global membuat orang agak gugup di pasar negara berkembang," jelas Ash.

Ash menambahkan bahwa semua perokonoman global tergantung terhadp dampak kerusakan lebih lanjut pada hubungan perdagangan AS-Tiongkok. Untuk mengantisipasi ini pemerintah turki perlu berdamai dengan AS untuk menarik investasi.

"Dukungan Qatar berguna tetapi pada akhirnya, dua pertiga dari perdagangan, investasi dan pembiayaan Turki berasal dari Barat. Jadi, apa pun yang mungkin dikatakan Erdogan tentang reorientasi ini, sangat penting untuk menormalkan hubungan dengan Barat karena pada akhirnya apa yang terjadi di Turki akan ditentukan oleh kemampuannya untuk mendorong  investor internasional untuk menyimpan uang mereka di Turki," pungkas Ash.


 



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id