AS Berpeluang Memberikan Sanksi Keras ke Minyak Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)
New York: Amerika Serikat (AS) hampir pasti bersiap untuk menerapkan sanksi minyak mentah yang ditargetkan terhadap Venezuela. Langkah yang diambil tersebut tentu berpeluang menjadi pukulan keras yang menghancurkan bagi negara yang bergantung pada minyak ini.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro memenangkan pemilihan ulang untuk masa jabatan enam tahun mendatang, meski kemarahan meluas atas krisis ekonomi dan sosial yang menghancurkan di Amerika Selatan. Pemungutan suara itu dirusak oleh jumlah pemilih yang rendah dengan dugaan kecurangan suara dan boikot oposisi.

"Langkah selanjutnya adalah sanksi terhadap sektor minyak. Ini sangat penting karena minyak (Venezuela) mewakili 25 persen Produk Domestik Bbruto (PDB), 50 persen dari pendapatan fiskal, dan 97 persen pendapatan dari devisa," kata Analis Politik Utama untuk Amerika Latin di IHS Markit Diego Moya-Ocampos, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 26 Mei 2018.

"Jadi, jelas sanksi pada sektor minyak di Venezuela akan menjadi sebuah perubahan permainan," tambahnya.



Sementara itu, setelah keberhasilan yang dilakukan Maduro, semua mata telah beralih untuk melihat apakah Pemerintahan Presiden Donald Trump akan memberlakukan sanksi terhadap sektor minyak Venezuela atau tidak, seperti ancaman yang telah berulang kali dilakukan oleh Trump.

Bersamaan dengan Uni Eropa, negara-negara Amerika Latin di sekitarnya juga memperingatkan Caracas bahwa mereka akan siap untuk mengambil langkah-langkah tambahan terhadap Pemerintahan Maduro jika pemerintah tersebut melanjutkan pemilihan.

"Sanksi minyak akan menghancurkan ekonomi Venezuela dan rezim stabilitas internal karena mereka akan sangat berdampak pada pendapatan yang mengalir melalui rezim patronase," kata Analis Amerika Latin di Economist Intelligence Unit Fernando Freijedo.

Administrasi kiri Maduro hampir sepenuhnya bergantung pada penjualan minyak mentah untuk mencoba mengurangi kecepatan krisisnya. Namun, produksi negara harus runtuh karena hasil produksi minyak mentahnya turun menjadi sekitar 1,4 juta barel per hari (bpd) dalam beberapa bulan terakhir -penurunan spektakuler hampir 40 persen sejak 2015.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id