Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Belanja Modal Perusahaan Jepang Naik 6,1%

Ekonomi ekonomi jepang
Angga Bratadharma • 04 Juni 2019 17:06
Tokyo: Pemerintah Jepang mengungkapkan belanja bisnis yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang meningkat 6,1 persen pada periode Januari-Maret 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi ini diharapkan memberi efek positif terhadap perekonomian secara keseluruhan.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 4 Juni 2019, menurut Kementerian Keuangan Jepang, belanja modal oleh semua sektor non-keuangan naik 5,7 persen menjadi 15,68 triliun yen (USD145 miliar).
 
Data kementerian mengungkapkan kenaikan kuartalan ke-10 berturut-turut terjadi di belakang pengeluaran yang sehat oleh bisnis untuk memproduksi komponen mobil dan peralatan konstruksi, serta oleh perusahaan yang membelanjakan bahan kimia untuk memproduksi kosmetik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Belanja modal, tidak termasuk pengeluaran untuk perangkat lunak, meningkat 1,1 persen, dan secara musiman disesuaikan secara kuartal ke kuartal. Perusahaan membukukan laba sebelum pajak mencapai 22,24 triliun yen (USD205 miliar) atau naik 10,3 persen dari tahun sebelumnya.
 
Sebelumnya, Administrasi Trump berencana menunda pengenaan tarif impor mobil dan suku cadang mobil hingga enam bulan. Keputusan itu diambil karena AS akan menegosiasikan kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa dan Jepang.
 
Trump mengaku ia telah memberikan perintah kepada Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk mencari perjanjian. Hal itu guna mengatasi ancaman penurunan nilai keamanan nasional dari impor mobil. Trump dapat memilih untuk bergerak maju dengan tarif selama pembicaraan.
 
"Pertahanan dan keunggulan militer Amerika Serikat bergantung pada daya saing industri mobil kami dan penelitian dan pengembangan yang dihasilkan industri," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders dalam sebuah pernyataan.
 
"Proses negosiasi akan dipimpin oleh Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer, dan jika kesepakatan tidak tercapai dalam 180 hari, Presiden akan menentukan apakah dan apa tindakan lebih lanjut yang perlu diambil," tambahnya.
 
Gedung Putih harus memutuskan pada Sabtu apakah akan mengenakan tarif pada mobil atau tidak. Awal tahun ini, Departemen Perdagangan AS mengatakan Trump dapat membenarkan langkah itu dengan alasan keamanan nasional. Secara hukum, administrasi dapat mendorong kembali keputusannya hingga enam bulan jika sedang bernegosiasi dengan mitra dagang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif