Ilustrasi negara Singapura. Foto: AFP.
Ilustrasi negara Singapura. Foto: AFP.

Akibat Korona, Singapura Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Virus Korona ekonomi singapura
Nia Deviyana • 17 Februari 2020 11:04
Singapura: Singapura menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk 2020, menyusul fakta negara tersebut menjadi salah satu yang mengalami jumlah kasus korona terbanyak di luar Tiongkok.
 
Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengatakan ekonomi Negeri Singa diperkirakan akan tumbuh sekitar 0,5 persen tahun ini, dan menurunkan kisaran perkiraan untuk Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan menjadi antara -0,5 persen hingga 1,5 persen. Itu lebih buruk daripada proyeksi sebelumnya yang diperkirakan antara 0,5 persen hingga 2,5 persen.
 
Kementerian menguraikan bagaimana wabah virus dapat memengaruhi ekonomi Singapura.
Sektor manufaktur dan perdagangan grosir, akan terpukul oleh pertumbuhan yang lebih lemah di pasar permintaan utama Singapura termasuk Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian sektor pariwisata dan transportasi menjadi sangat terpengaruh oleh menurunnya wisatawan, terutama dari Tiongkok. Selain itu Singapura kemungkinan akan mengalami penurunan dalam konsumsi domestik karena orang mengurangi kegiatan seperti berbelanja dan makan malam.
 
"Karena situasi covid-19 masih berkembang, Kementerian akan terus memantau perkembangan dan dampaknya terhadap ekonomi Singapura secara erat," tulis kementerian dalam sebuah pernyataan yang dilansir CNBC International, Senin, 17 Februari 2020.
 
Singapura, negara kecil di Asia Tenggara, telah melaporkan 75 kasus virus korona yang dikonfirmasi pada Minggu siang, menurut Kementerian Kesehatan. Dari jumlah itu, 19 kasus telah dihentikan.
 
Negara ini sebelumnya juga pernah terpukul akibat epidemi SARS pada 2003. Dan Jumat, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan pukulan ekonomi dari virus korona- yang secara resmi juga dikenal dengan covid-19 -telah memberikan dampak ekonomi yang melebihi SARS, tulis surat kabar The Straits Times.
 
Lee juga memperkirakan Singapura kemungkinan bisa masuk jurang resesi akibat virus korona yang berlangsung terus menerus. Pemerintah Singapura telah mengumumkan beberapa langkah untuk membantu pasang surut sektor yang terkena dampak, dan diperkirakan akan menggelontorkan salah satu anggaran terbesarnya untuk melunakkan pukulan ekonomi dari wabah tersebut.

Kinerja Kuartal Keempat Singapura

Ekonomi Singapura tumbuh sebesar satu persen secara tahun-ke-tahun atau year on year (yoy) pada kuartal keempat tahun lalu -lebih baik dari perkiraan sebelumnya yang diproyeksi 0,8 persen, kata Kementerian Perdagangan dan Industri.
 
Untuk keseluruhan 2019, ekonomi Asia Tenggara tumbuh sebesar 0,7 persen. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengatakan itu menjadi pertumbuhan paling lambat sejak 2009.
 
Hambatan utama di Singapura pada kuartal Oktober-Desember adalah manufaktur, yang menyusut 2,3 persen dari tahun lalu. Ia menambahkan bahwa sektor ini terbebani oleh penurunan output dalam elektronik, bahan kimia, teknik transportasi dan klaster manufaktur umum, yang mengimbangi ekspansi di sub-sektor manufaktur biomedis.
 
Sektor konstruksi tumbuh sebesar 4,3 persen secara tahun-ke-tahun pada kuartal keempat. Pertumbuhan itu didukung oleh proyek-proyek di sektor publik dan swasta.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif