Mengutip Xinhua, Kamis 16 November 2017, di antara komponen kunci dari PDB Jepang, konsumsi swasta turun 0,5 persen dalam periode perekaman, kata Kantor Kabinet. PDB merupakan salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur kesehatan ekonomi Jepang.
Ini mewakili total nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan selama periode waktu tertentu dan menggambarkan ukuran ekonomi. Angka PDB tahunan sering dianggap sebagai patokan untuk ukuran ekonomi Jepang. Adapun Pemerintah Jepang terus berupaya memacu laju perekonomian.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Jepang Taro Aso menegaskan bahwa Jepang tidak akan memasuki sebuah perjanjian perdagangan bebas bilateral (FTA) dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan ketidakseimbangan perdagangan kedua negara. Pemerintah Jepang terus berfokus untuk memperbaiki kondisi perekonomian.
Berbicara kepada wartawan setelah rapat kabinet, Aso mengatakan, benar bahwa Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan namun situasi dan kondisinya sudah berbeda dibandingkan dengan 1980-an, ketika gesekan perdagangan menegang dalam hubungan bilateral.
Komentar Aso datang sehari setelah Presiden AS Donald Trump, selama kunjungannya ke Jepang, mengeluhkan ketidakseimbangan perdagangan dan meminta perdagangan bebas, adil, dan timbal balik. Adapun Pemerintah Jepang sekarang ini terus berupaya memacu pertumbuhan ekonominya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News