Dalam merintis usahanya, para wirausaha ini membutuhkan modal yang cukup untuk mendirikan bisnis. Mereka butuh bantuan investor yang siap menanam modal dalam bisnis tersebut.
Ada beberapa tip dari para perintis bisnis yang sukses membangun usahanya. Dalam acara diskusi di world islamic economic forum (WIEF) ke-12, para CEO ini membagikan pengalamannya mencari investor.
Chief Executive Officer of Zookal and Director of Flirtey, perusahaan rental buku dan distribusi buku asal Australia, Ahmed Haider menjelaskan agar investor tersebut harus selaras dengan visi dari bisnis yang dijalankan.
Menurutnya, para pengusaha jangan hanya tertarik pada investor hanya karena berdasarkan uang yang dimiliki. Dia berpendapat kekuatan uang tak akan membantu membesarkan bisnis.
Ahmed mengatakan, uang saja tak cukup untuk membiayai bisnis yang dirintis. Dia mengatakan bahwa harus ada kesamaan visi misi yang nantinya tak akan merugikan bisnis tersebut.
"Investor yang tidak selaras dengan visi anda jangan diikut sertakan. Jangan mencari berbagai investor pada uangnya, itu tidak akan membantu bisnis anda," saran dia di Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder and CEO of Peers and Founder of Turo, sebuah perusahaan rental mobil asal Amerika Serikat (AS), Shelby Clark, mengatakan ada yang salah dari proposal yang ditawarkan apabila dalam waktu yang sangat panjang masih juga belum menemukan investor.
Menurut Clark harus ada kepastian dari ada kisah dan data yang tepat untuk menggambarkan bisnis yang ingin dibangun. Dia memberikan contoh ketika menggalang dana ke investor. Clark mengatakan, dua kali menggalang dana terasa sangat sulit dan hingga akhirnya mendapat titik terang.
"Beberapa bulan pertama kami mendapat penolakan, tapi akhirnya kami dapatkan titik terang, penolakan yang kami terima berubah menjadi penerimaan. Tapi jangan sekali-kali anda berikan 50 persen saham ada pada investor mayoritas," tegas Clark.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News