Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Olivier Douliery/AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Olivier Douliery/AFP)

Trump Dinilai Tidak Ingin Pasar Saham Kembali Jatuh

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 17 Agustus 2019 18:04
New York: Jim Cramer dari CNBC mengatakan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghapus beberapa item dari daftar tarif Tiongkok yang baru menandakan Trump ingin menghentikan penurunan di pasar saham. Tidak ditampik, pasar saham Wall Street sudah beberapa kali jatuh akibat kebijakan tarif yang diberlakukan AS.
 
"Saya pikir ini adalah Presiden yang mengatakan, 'Saya tidak ingin pasar saham turun lagi'," kata Cramer, menanggapi penundaan tarif baru dan pergerakan Dow Jones Industrial Average yang sempat meroket di pembukaan dan tiba-tiba turun ke lebih 400 poin atau hampir dua persen, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 17 Agustus 2019.
 
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda pengenaan beberapa tarif impor Tiongkok menjelang Natal. Hal itu dilakukan guna membendung dampak potensial terhadap perekonomian saat warga AS meningkatkan konsumsinya dengan berbelanja pada momen Natal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Administrasi Trump mengumumkan akan menunda pengenaan tarif hingga 15 Desember dari yang semula dijadwalkan berlaku 1 September. "Kami melakukan ini untuk musim Natal. Karena beberapa tarif akan berdampak pada pelanggan AS," kata Trump.
 
"Sejauh ini mereka sebenarnya tidak punya (dampak terhadap AS). Tapi antisipasi dilakukan untuk menghindari dampaknya terhadap masyarakat. Apa yang kita lakukan adalah menunda (pengenaan tarif baru untuk Tiongkok). Sehingga mereka (tarif baru) tidak akan relevan dengan musim belanja saat Natal," tuturnya.
 
Pengakuan bahwa pengenaan tarif kepada Tiongkok dapat membahayakan penjualan saat hari libur menandai pergeseran bagi Trump. Namun Trump telah lama mengklaim bahwa pengenaan tarif atau pajak atas impor telah membantu AS sambil memberikan tekanan terhadap Tiongkok.
 
Perwakilan perdagangan AS mengatakan penundaan akan berlaku untuk berbagai macam barang, termasuk barang elektronik tertentu seperti ponsel, laptop, dan video game. Sejumlah produk terkait Natal juga muncul di daftar penundaan. Termasuk dekorasi untuk perayaan Natal, adegan Natal, dan tokoh-tokohnya, serta lampu pohon Natal dan ornamennya.
 
Sementara itu, para pejabat Tiongkok telah mengadakan pembicaraan dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lightizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Tiongkok mengaku setuju adanya pertemuan berikutnya guna membahas negosiasi dagang dalam rangka mencapai kesepakatan.
 
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ekonomi AS berada dalam posisi yang sangat kuat. Bahkan, suku bunga kompetitif dan peluang investasi telah menarik sejumlah besar uang dari Tiongkok. Kondisi itu terjadi di tengah meningkatnya sengketa dagang dengan Beijing.
 
"Sejumlah besar uang dari Tiongkok dan bagian lain dunia mengalir ke Amerika Serikat untuk alasan keamanan, investasi, dan suku bunga! Kami berada dalam posisi yang sangat kuat. Perusahaan juga datang ke AS dalam jumlah besar. Suatu hal yang indah untuk ditonton!" kata Trump, dalam cuitannya di Twitter.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif