Departemen Keuangan Jepang mengatakan jika angka tersebut mencerminkan adanya perlambatan dengan mitra dagang utama Tiongkok. Demikian seperti dilansir dari Reuters, Rabu (21/10/2015).
Sementara itu, rata-rata kenaikan tahunan kurang dari 3,4 persen yang telah diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Diikuti pertumbuhan sebesar 3,1 persen di bulan sebelumnya.
Sementara itu, nilai impor turun 11,1 persen pada September, dibandingkan yang diperkirakan ekonom sebesar 11,7 persen. Sementara neraca perdagangan defisit 114,5 miliar yen (USD955,60 juta), dibandingkan periode sebelumnya yang surplus 84,4 miliar yen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News