Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

UE Sarankan Italia Dikenakan Tindakan Disipliner

Ekonomi bank central eropa ekonomi italia ekonomi eropa eropa uni eropa
Angga Bratadharma • 08 Juni 2019 12:01
Roma: Media Italia melaporkan Komisi Eropa menyarankan untuk membuka tindakan disipliner terhadap Italia karena tidak berpegang teguh mengurangi utang yang dijanjikan. Dalam konteks ini, Italia harus benar-benar memperhatikan sejumlah indikator perekonomian termasuk pengurangan utang demi kepentingan bersama.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 8 Juni 2019, Badan Eksekutif Uni Eropa (UE) mengungkapkan prosedur defisit yang berlebihan terhadap Italia dibenarkan. Hal itu karena ketidakpatuhan Italia dengan aturan utang UE pada 2018. Adapun Komisi Eropa tidak mengharapkan Italia bisa mematuhi aturan tersebut pada 2019-2020.
 
Laporan negara spesifik dikeluarkan oleh Komisi Eropa bersama dengan Paket Musim Semi 2019 Semester Eropa, yang berisi rekomendasi untuk semua negara anggota Uni Eropa tentang bagaimana mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah penilaian semua faktor yang relevan, laporan (di Italia) menyimpulkan kriteria utang dan harus dianggap tidak dipenuhi, dan EDP berbasis utang (prosedur defisit berlebihan) dijamin," tulis Komisi Eropa.
 
"Secara keseluruhan, Dewan Eropa berpendapat bahwa langkah-langkah yang diperlukan harus diambil pada 2019 untuk mematuhi ketentuan Pakta Stabilitas dan Pertumbuhan. Penggunaan keuntungan tak terduga untuk mengurangi rasio utang pemerintah secara umum akan menjadi penting," tambahnya.
 
Di bawah aturan UE, semua negara anggota diharuskan untuk mengikuti pedoman anggaran, termasuk menjaga utang publik mereka di bawah 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Atau dalam hal utang lebih tinggi, untuk tetap berpegang pada jalur pengurangan bertahap dan konstan yang disepakati dengan otoritas UE.
 
Italia memiliki utang terbesar kedua di UE setelah Yunani, terhitung 132,2 persen dari PDB pada 2018 dari 131,4 persen pada 2017, menurut angka resmi Kementerian Ekonomi. Kondisi ini yang akhirnya memberikan Komisi Eropa memberikan peringatan untuk rasio utang tersebut segera diturunkan.
 
"Pada sekitar 132 persen dari produk domestik bruto, rasio utang publik Italia yang tinggi menyiratkan bahwa sumber daya yang besar diperuntukkan untuk menutupi biaya pembayaran utang sehingga merugikan lebih banyak barang penambah pertumbuhan termasuk pendidikan, inovasi dan infrastruktur," jelas Komisi Eropa.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif