Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP
Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP

AS Diyakini Tidak akan Alami Resesi Besar

Ekonomi ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 31 Agustus 2019 17:02
New York: Chairman dan CEO Honeywell International Darius Adamczyk memperingatkan investor untuk mundur selangkah dari volatilitas pasar sehari-hari dan menghindari pembicaraan mengenai resesi. Menurutnya perlu ada upaya bersama agar resesi tersebut tidak terjadi dan salah satu yang harus dilakukan adalah dengan berinvestasi.
 
"Resesi dapat diciptakan sendiri ketika para pemimpin perusahaan, seperti saya, menjadi gugup dan berhenti berinvestasi. Sedikit yang mungkin terjadi. Saya tidak melihat resesi besar ini datang," kata Adamczyk, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 31 Agustus 2019.
 
Ia tidak menampik ekonomi global sedikit lebih buruk dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, bukan berarti akan terjadi resesi besar. "Lingkungannya sedikit lebih buruk daripada tahun lalu. Tetapi saya akan menekankan kata sedikit, dan tahun lalu adalah tahun dengan ekonomi yang sangat kuat," tuturnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adamczyk mengakui ada banyak ketidakpastian ekonomi global seperti perang perdagangan AS-Tiongkok yang berkelanjutan membuat pasar keuangan jatuh dan membumbung hampir setiap berita utama. Dia juga mengutip kekhawatiran tentang negosiasi di sekitar Brexit dan apakah Inggris menuju keberangkatan berantakan dari Uni Eropa atau tidak.
 
"Ada hal seperti mungkin menonton siklus berita terlalu dekat," kata Adamczyk, seraya menambahkan bahwa kondisi dapat berubah secara dramatis dari satu hari ke hari lainnya.
 
Sebagai contoh, saham rebound pada Senin waktu setempat, setelah runtuh pada Jumat sebelumnya usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif untuk Tiongkok, sebuah langkah yang mengirim Dow Jones Industrial Average ambruk 623 poin.
 
Kemudian pada Selasa, 27 Agustus 2019, pasar saham bergejolak karena imbal hasil obligasi kembali turun. Adamczyk mengatakan pertumbuhan ekonomi dan pasar saham bisa meningkat jika ada resolusi dalam sengketa perdagangan dan teknologi Washington-Beijing serta pelaksanaan kesepakatan Brexit.
 
"Saya benar-benar berpikir bahwa hal-hal bisa lepas landas. Sebesar mungkin ada risiko resesi, tapi ada juga peluang untuk percepatan dalam investasi," tukasnya.
 
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wei Jianguo optimistis ketegangan perang negaranya dengan Amerika Serikat tidak akan membuat perusahaan-perusahaan di negeri Tirai Bambu keok. Sebaliknya, mereka terus mencari cara untuk mencari peluang bisnis.
 
"Saya yakin perang dagang antara AS dengan Tiongkok akan menjadi situasi jangka panjang," pungkas Wei.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif