Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Tiongkok Klaim Tengah Bangun Kesetaraan Bisnis untuk Asing

Ekonomi ekonomi china tiongkok
06 Juli 2019 12:02
Dalian: Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang berjanji akan mendorong untuk menciptakan lapangan bermain yang setara untuk semua perusahaan. Hal ini menjadi di antara langkah Tiongkok merespons upaya negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) yang meminta adanya kesetaraan bisnis.
 
Ketika negosiator AS dan Tiongkok memulai dorongan baru pada kesepakatan perdagangan, retorika itu muncul untuk mengatasi banyaknya keluhan dari AS tentang perlakuan tidak adil bagi perusahaan asing. Namun, sejauh mana langkah yang diambil Tiongkok berdasarkan janjinya akan kebebasan ekonomi tetap menjadi pertanyaan penting.
 
"Saat ini kita perlu membiarkan perusahaan milik negara, perusahaan milik swasta, dan perusahaan investasi asing, selama mereka terdaftar di Tiongkok, untuk diakui sebagai perusahaan Tiongkok. Semua diperlakukan sama," kata Li, dalam pidatonya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 6 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Li memberi contoh bagaimana rencana Tiongkok untuk memangkas pajak hampir 2 triliun yuan (USD300 miliar) dan biaya tahun ini harus diterapkan pada ketiga kategori bisnis. Tidak ditampik, AS dan perusahaan asing lainnya telah lama mengeluh bahwa Tiongkok memberikan perlakuan istimewa kepada bisnis rumahan, terutama konglomerat yang dimiliki oleh negara.
 
Terlepas dari klaim reformasi dan keterbukaan selama empat dekade terakhir, Beijing sering kali mengharuskan perusahaan asing untuk membentuk usaha patungan dengan entitas Tiongkok -dan diduga memaksa mereka untuk berbagi teknologi yang berharga- agar dapat beroperasi di negara tersebut.
 
Bisnis-bisnis yang dijalankan secara pribadi oleh Tiongkok, yang berkontribusi pada sebagian besar pekerjaan dan pertumbuhan di Tiongkok, juga mengeluhkan akses pendanaan yang tidak merata dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang dikelola pemerintah. Adapun Li tidak berkomentar atau menanggapi langsung pertanyaan tentang perdagangan AS-Tiongkok.
 
Sebelumnya, seorang diplomat senior Tiongkok dalam sebuah artikel yang diterbitkan mengungkapkan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan AS pada akhirnya merusak kepentingan petani, produsen, dan konsumen lokal di Amerika Serikat. Tentu sudah waktunya menghentikan sengketa dagang tersebut.
 
Konsul Jenderal Tiongkok untuk San Francisco Wang Donghua membantah tuduhan beberapa orang bahwa kesepakatan perdagangan dapat dicapai oleh Amerika Serikat dengan cara memberikan tekanan maksimum kepada Tiongkok, termasuk tarif yang diberlakukan terus-menerus.
 
"Faktanya adalah bahwa pangsa pasar AS di Tiongkok tidak meluas tetapi menurun. Karena tarif telah mengundang pembalasan dalam bentuk barang, membuat produk AS seperti pesawat komersial, kedelai, jagung, daging dan makanan laut kurang kompetitif," kata Wang.
 
Wang mengatakan petani kedelai AS telah melihat adanya penurunan lebih dari 70 persen dalam ekspor mereka ke Tiongkok. Bahkan, pangsa pasar mereka telah diambil oleh negara lain. Dia mengkritik beberapa orang karena berusaha mengekang pembangunan Tiongkok dengan memisahkan ekonomi kedua negara.
 
"Sebagai dua ekonomi teratas di dunia, Tiongkok dan AS saling terkait erat. Dan saling melengkapi dalam mengejar pembangunan ekonomi. Langkah untuk melukai yang lain pada akhirnya akan menjadi bumerang atau melukai diri sendiri," pungkas Wang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif