Sebuah bendera Jepang berkibar di atas Gedung Bank of Japan di Tokyo, Jepang (REUTERS/Toru Hanai)
Sebuah bendera Jepang berkibar di atas Gedung Bank of Japan di Tokyo, Jepang (REUTERS/Toru Hanai)

IMF Minta BoJ Perjelas Pedoman Kerangka Kebijakan Baru

Angga Bratadharma • 26 September 2016 16:26
medcom.id, New York: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) meminta kepada Bank of Japan (BoJ) untuk terus memperjelas arah pedoman kebijakan moneter dan memperkuat komunikasi setelah mengadopsi kerangka kebijakan baru. Hal ini guna memperjelas laju perekonomian Jepang dan dampaknya ke ekonomi dunia.
 
Kepala Misi IMF Jepang Luc Everaert, dalam sebuah seminar di Tokyo, mengungkapkan bahwa IMF menyambut baik pergeseran kerangka kebijakan BoJ terkait suku bunga pada obligasi pemerintah dibandingkan dengan basis keuangan atau jumlah uang beredar.
 
"Perhatian yang hati-hati harus dibayar untuk stabilitas pasar obligasi Pemerintah Jepang setelah BoJ mengadopsi kerangka kebijakan baru," kata Everaert, seperti dikutip dari Reuters, Senin (26/9/2016).

Sementara itu, kerangka kebijakan baru BoJ dinilai akan menghadapi ujian pertama dalam beberapa minggu mendatang karena pelaku pasar atau investor akan melihat bagaimana bank sentral menangani operasi pembelian obligasi. Adapun langkah itu diambil demi mencapai target kebijakan baru terkait imbal hasil obligasi jangka panjang.
 
BoJ menyatakan pada Rabu lalu bahwa bank sentral memiliki tujuan untuk memandu Japanese Goverment Bond (JGB) bertenor 10 tahun dengan imbal hasil mendekati sekitar nol persen. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kepemilikan obligasi sebesar 80 triliun yen per tahun.
 
Meski BoJ mengatakan akan menjaga pembelian bond saat ini, namun banyak investor percaya kerangka kebijakan baru yang diusung bank sentral adalah meningkatkan kepemimpinan dalam pembelian besar-besaran obligasi sampai bank sentral kehabisan kesempatan untuk terus menerus membeli obligasi.
 
"Mempertimbangkan bahwa hal itu menggeser target imbal hasil, dan BoJ diharapkan dapat mengurangi pembelian obligasi pada laju yang cukup cepat," kata Mantan Anggota Dewan Gubernur BoJ Atsushi Mizuno.
 
Pembelian besar-besaran obligasi oleh BoJ telah membantu penurunan imbal hasil obligasi dalam tiga tahun terakhir. Dalam hal ini, pelaku pasar berpikir bahwa imbal hasil JGB dengan tenor 10 tahun akan cenderung turun jauh di bawah target BoJ jika bank sentral tetap mempertahankan kecepatan untuk membeli obligasi itu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan