Presiden Barack Obama. (FOTO: AFP)
Presiden Barack Obama. (FOTO: AFP)

Obama Sebut Ekonomi AS Tumbuh Lamban

Ade Hapsari Lestarini • 11 Januari 2017 11:29
medcom.id, Chicago: Presiden Barack Obama yang akan menanggalkan jabatannya beberapa hari lagi ini mengakui jika perekonomian tidak bekerja dengan baik.
 
Dia menyadari jika semua kemajuan nyata yang telah dibuatnya, tidak pernah cukup untuk memperbaikinya. Ekonomi Amerika dinilainya tidak tumbuh dengan cepat, di mana kemakmuran "dibayar" dengan mengorbankan kelas menengah yang sedang berkembang.
 
"Tapi ketimpangan yang mencolok juga merusak prinsip-prinsip demokrasi kita," ujar Obama dalam pidato perpisahannya, seperti dilansir dari CNN, Rabu (11/1/2017).

Baca: Obama: Jika Ada yang Lebih Baik dari Obamacare, Saya Dukung
 
Sementara satu persen dari ketimpangan tersebut telah mengumpulkan kekayaan dan pendapatan yang lebih besar. Obama mengatakan, terlalu banyak keluarga, -yang berada di pusat kota dan pedesaan- telah ditinggalkan.
 
"Banyak pekerja pabrik diberhentikan, pelayan dan pekerja perawatan kesehatan berjuang untuk membayar tagihan -meyakini bahwa hal ini melawan mereka- bahwa pemerintah mereka hanya melayani kepentingan untuk mereka yang kuat. Hal yang bersifat sinisme dan polarisasi dalam politik kita," tegas suami dari Michelle Obama ini.
 
Namun demikian, dia memahami apabila tidak ada perbaikan yang cepat untuk tren jangka panjang ini. Dirinya sepakat bahwa sistem perdagangan di Amerika harus adil dan tidak hanya gratis.
 


 
"Tapi gelombang berikutnya yakni dislokasi ekonomi tidak akan datang dari luar negeri. Yang datang dari kecepatan tanpa henti, dan secara otomatis membuka banyak lapangan pekerjaan yang baik, sehingga menaikkan kelas menengah," jelas dia.
 
Oleh karena itu, dia mengimbau Pemerintah AS untuk menempa kekompakan sosial baru. Menjamin semua pendidikan anak-anak yang mereka butuhkan, memberikan pekerja kekuatan untuk berserikat demi upah yang lebih baik, hingga memperbarui jaring pengaman sosial yang mencerminkan hidup sekarang ini.
 
"Dan membuat lebih banyak reformasi untuk kode pajak sehingga perusahaan dan individu yang menuai yang terbaik dari ekonomi baru tidak menghindari kewajiban mereka untuk negara yang membuat keberhasilan mereka mungkin. Kita bisa berdebat tentang bagaimana untuk mencapai yang terbaik tujuan ini. Tapi kita tidak bisa berpuas diri tentang tujuan sendiri," tambahnya.
 
"Karena jika kita tidak menciptakan kesempatan bagi semua orang, ketidakpuasan dan divisi yang telah terhenti kemajuan kita hanya akan mempertajam di tahun-tahun mendatang," paparnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan