Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Trump Tekan OPEC, Harga Minyak Dunia Ambruk

Ekonomi minyak mentah opec donald trump
27 April 2019 10:14
New York: Harga minyak dunia ambruk tiga persen pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu WIB). Kondisi ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk meningkatkan produksi minyak mentahnya.
 
"Harga bensin harus turun. Saya menelepon OPEC, saya bilang Anda harus menurunkannya. Anda harus menurunkannya," kata Trump sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu 27 April 2019.
 
Komentar Trump tersebut cukup menjadi katalis untuk memicu investor mengambil keuntungan setelah kenaikan panjang yang mendorong harga minyak ke angka terendah setelah enam bulan terakhir.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun USD1,91 atau 2,9 persen, menjadi menetap pada USD63,30 per barel di New York Mercantile Exchange.
 
Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun USD2,20 atau 3,0 persen, menjadi ditutup pada USD72,15 per barel di London ICE Futures Exchange. WTI mencatat kerugian mingguan sebesar 1,2 persen, yang menghentikan kenaikan enam minggu berturut-turut.
 
Senior ahli strategi komoditas Josh Graves menilai sejak menjabat, Trump telah menekan OPEC di berbagai kesempatan termasuk media sosial Twitter. Ia mendesak kartel untuk menurunkan harga dan pernyataan ini cenderung memiliki efek sementara di pasar.
 
"Begitu komentar itu keluar, itu sudah cukup amunisi untuk membuat orang mengangkat posisi jangka panjang," katanya.
 
Pada Kamis 25 April 2019, Brent naik di atas USD75 per barel untuk pertama kalinya tahun ini, setelah Jerman, Polandia dan Slovakia menangguhkan impor minyak mentah Rusia. Negara beruang merah itu berencana untuk memulihkan pasokan minyak melalui pipa penting Druzhba ke Eropa dalam dua pekan.
 
Minyak mentah berjangka telah naik lebih dari 30 persen tahun ini setelah OPEC dan beberapa sekutunya memotong pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari, dan karena sanksi-sanksi terhadap Venezuela dan Iran telah mengurangi produksi.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif