Ilustrasi (AFP PHOTO/Queens Jewels)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Queens Jewels)

Emas Dunia Kian Mahal, Investor Cari Aman

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
Antara • 23 Juli 2019 07:31
New York: Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena logam mulia didorong oleh pembelian safe haven dari para pedagang.
 
Mengutip Antara, Selasa, 23 Juli 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus bertambah USD0,2 atau 0,01 persen menjadi USD1.426,9 per ons. Emas berjangka turun sedikit pada akhir perdagangan akhir pekan lalu, karena aksi ambil untung dari kenaikan sesi sebelumnya, setelah dolar Amerika Serikat (USD) menguat.
 
Harga emas telah menguat sejak akhir Mei karena kekhawatiran tentang lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, mendorong permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti emas untuk memarkir dana-dana para pemodal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, kenaikan emas berjangka dibatasi oleh greenback yang lebih kuat. Indeks USD, yang mengukur mata uang AS terhadap enam rival utamanya, naik 0,01 persen menjadi 97,26 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.
 
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD turun naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
 
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik sebanyak 21,6 sen atau 1,33 persen menjadi USD16,411 per o s. Platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD0,6 atau 0,07 persen, menjadi USD852,7 per ons.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 17,70 poin atau 0,07 persen menjadi 27.171,90. Kemudian S&P 500 naik 8,42 poin atau 0,28 persen menjadi 2.985,03. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 57,65 poin atau 0,71 persen menjadi 8.204,14.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih tinggi, dengan teknologi naik 1,22 persen, melampaui yang lainnya. Bahan pokok konsumen turun 0,53 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Saham pembuat cip menguat secara luas, berkontribusi pada sektor teknologi. Bahan Terapan melonjak 6,11 persen, sementara Lam Research dan Micron Technology masing-masing ditutup naik 4,4 persen dan 3,67 persen. Gelombang besar perusahaan diperkirakan melaporkan pendapatan minggu ini termasuk Alphabet, Amazon, dan Boeing.
 
Sejauh ini, lebih dari 15 persen perusahaan S&P 500 telah membukukan hasil kuartalan. Dari perusahaan-perusahaan itu, 78,5 persen telah melampaui ekspektasi analis akan pendapatan sementara 67 persen melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, mengutip data FactSet.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif