Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Kembali Menyusut

Ekonomi minyak mentah
Antara • 19 Juli 2019 08:03
New York: Harga minyak dunia anjlok pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), tertekan oleh kekhawatiran berkurangnya permintaan bahan bakar. Di sisi lain, OPEC terus berupaya menjaga stabilitas pasar minyak agar harganya tidak turun drastis.
 
Mengutip Antara, Jumat, 19 Juli 2019, patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Agustus, turun USD1,48 menjadi USD55,30 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September, turun USD1,73 menjadi USD61,93 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
"Penurunan baru dipicu oleh data persediaan Amerika Serikat, kenaikan tajam dalam stok produk minyak membebani harga," kata analis Commerzbank Carsten Fritsch dalam sebuah catatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Laporan Status Minyak Mingguan yang dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) total persediaan bensin meningkat 3,6 juta barel dan persediaan bahan bakar destilasi meningkat 5,7 juta barel dalam minggu yang berakhir 12 Juli.
 
Padahal para analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan penurunan pasokan 1,5 juta barel untuk bensin dan peningkatan 300 ribu barel untuk penyulingan. Pelaku pasar juga memperhatikan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung, yang dapat membahayakan aliran minyak di Timur Tengah.
 
"Penumpukan persediaan bensin khususnya tidak biasa pada saat ini, mengingat musim mengemudi musim panas biasanya memerlukan peningkatan konsumsi bensin. Itu mengatakan, permintaan bensin AS sangat lemah pada 9,2 juta barel per hari pada minggu pelaporan," kata Fritsch.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 3,12 poin atau 0,01 persen menjadi 27.222,97 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,69 poin atau 0,36 persen menjadi 2.995,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 22,04 poin atau 0,27 persen lebih tinggi menjadi 8.207,24 poin.
 
Indeks-indeks utama berubah menjadi berada di wilayah hijau pada sore hari setelah Presiden Federal Reserve New York John Williams mengungkapkan, pihaknya siap bertindak cepat menurunkan suku bunga acuan pada tanda pertama munculnya kesulitan di ekonomi.
 
Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada akhir Juli berada pada 100 persen, dengan 66,9 persen memperkirakan potongan 50 basis poin, menurut alat FedWatch CME Group. Namun kenaikan lebih lanjut tertahan karena investor mencerna laporan laba perusahaan yang beragam.
 
Saham Netflix jatuh lebih dari 10 persen setelah raksasa video streaming itu melaporkan kehilangan besar pada pertumbuhan jumlah pelanggan internasionalnya. Netflix melaporkan penambahan pelanggan berbayar internasional triwulan sebesar 2,83 juta, dan kehilangan pelanggan berbayar domestik sebesar 126 ribu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif