Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid - - Foto: MI/ Susanto.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid - - Foto: MI/ Susanto.

Bos Kadin Bujuk Anggota G20 Desak Reformasi WTO

Insi Nantika Jelita • 06 Juli 2022 15:38
Surakarta: Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid membujuk negara-negara anggota G20 untuk mendesak segera diimplementasikannya reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di tengah disrupsi global.
 
Reformasi WTO merupakan salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan kedua Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG)/The Second TIIWG Meeting.
 
"Reformasi di Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO diperlukan. WTO memiliki kekuatan untuk membawa perubahan dan menyelesaikan perselisihan secara global," ungkapnya dalam pembukaan forum tersebut, Rabu, 6 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


WTO juga diminta memberdayakan usaha kecil dan membantu untuk berintegrasi ke dalam rantai pasokan dan nilai global untuk usaha mikro dan kecil dan menengah atau UMKM.
 
Arsjad menuturkan, sektor UMKM dianggap penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Ini terbukti mampu menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia.
 
"Memberdayakan kemudahan UMKM sama dengan mengangkat kemiskinan, dan memperkuat perekonomian daerah," sebutnya.
 
Baca juga: Geneva Package, 7 Paket Peran WTO Tangani Krisis Dunia

 
Ketua Kadin tersebut juga mendorong WTO sebagai badan multilateral perlu gesit dalam menyikapi isu-isu perdagangan dan memberlakukan tindakan hukuman pada negara-negara anggota yang tidak kooperatif dalam mematuhi aturan.
 
"Reformasi diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan dan dorongan terhadap Organisasi Perdagangan Dunia," tegasnya.
 
Arsjad juga menyebut ada sejumlah masalah di badan WTO yang perlu dibahas bersama. Salah satunya soal klasifikasi status negara berkembang yang dianggap perlu dikaji ulang karena ada standar pembedaan universal.
 
"Standar ini perlu ditetapkan secara adil untuk memastikan aturan perdagangan yang adil dan merata secara global," pungkasnya.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif