Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Januari 2021, OPEC-Sekutu Sepakat Tingkatkan Produksi Minyak 500 Ribu Barel/Hari

Ekonomi Minyak Mentah OPEC
Angga Bratadharma • 04 Desember 2020 08:01
Riyadh: Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara non-OPEC memutuskan pada pertemuan Kamis waktu setempat (Jumat WIB) untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 500 ribu barel per hari (bph) pada Januari 2021. Keputusan itu diambil di tengah lonjakan kasus infeksi covid-19.
 
"Mengingat fundamental pasar minyak saat ini dan prospek di 2021, negara non-OPEC atau dikenal OPEC+ setuju mulai Januari 2021 untuk menyesuaikan produksi sebesar 500 ribu barel per hari," ungkap pernyataan OPEC yang dirilis setelah Pertemuan Tingkat Menteri OPEC dan non-OPEC ke-12, dikutip dari Xinhua, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Keputusan itu mengartikan kelompok tersebut akan bergerak ke pembatasan produksi sebesar 7,2 juta barel per hari di awal tahun depan atau lebih rendah dibandingkan dengan pemotongan saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelompok minyak tersebut juga setuju untuk mengadakan pertemuan menteri bulanan mulai Januari 2021. Kesepakatan itu untuk memutuskan penyesuaian produksi lebih lanjut pada bulan berikutnya dengan penyesuaian bulanan tidak lebih dari 500 ribu juta barel per hari.
 
"Kemudian, pertemuan itu memutuskan untuk memperpanjang periode kompensasi hingga akhir Maret 2021 guna memastikan kompensasi penuh dari semua negara peserta yang kelebihan produksi pada bulan-bulan sebelumnya," ungkap pernyataan OPEC.
 
OPEC dan sekutunya, kelompok minyak yang dikenal sebagai OPEC+ yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, sepakat pada April lalu untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni karena pandemi covid-19 merusak permintaan, dan memutuskan pada Juni untuk memperpanjang fase pertama.
 
Di sisi lain, penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins mencatat Amerika Serikat telah melaporkan lebih dari 14 juta kasus covid-19 secara total dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 275 ribu pada Kamis sore. Kasus infeksi yang melonjak itu berdampak pula terhadap tertekannya perekonomian AS.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif