China. Foto; Unsplash.
China. Foto; Unsplash.

Kapan China Bisa Terbitkan Obligasi di Indonesia?

Arif Wicaksono • 22 April 2026 14:05
Jakarta: Pemerintah Indonesia mulai melirik skema pembiayaan yang lebih fleksibel dengan membuka peluang bagi China untuk menerbitkan surat utang di pasar domestik.
 
Langkah ini muncul sebagai bagian dari pembicaraan bilateral antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Keuangan China Lan Fo’an.
 
Baca juga: Investor Minati Obligasi Keberlanjutan Berstandar ESG di Indonesia                      

Pertemuan tersebut berlangsung di sela agenda IMF-World Bank Spring Meeting yang digelar pada 13–17 April di Washington, DC, Amerika Serikat.
 
Menurut Purbaya, hubungan dagang yang erat antara Indonesia dan China menjadi dasar kuat untuk memperluas kerja sama, termasuk di sektor pembiayaan. 

“Sebagai mitra dagang terbesar, diskusi dengan China berjalan sangat positif,” ujarnya dikutip
dari Antara
 
Dalam forum tersebut, Indonesia juga mengajukan rencana penerbitan obligasi berdenominasi yuan atau dikenal sebagai Panda Bond di pasar keuangan China. 
 
Instrumen ini dinilai menarik karena menawarkan tingkat bunga yang relatif rendah, sekitar 2,3 persen, sehingga berpotensi menekan biaya pinjaman pemerintah.
 
Sebagai langkah timbal balik, Indonesia membuka kemungkinan bagi China untuk menerbitkan obligasi di dalam negeri. Skema ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memberi kesempatan bagi investor lokal untuk masuk ke instrumen surat utang China.
 
Langkah diversifikasi sumber dana ini juga dimanfaatkan pemerintah sebagai alat negosiasi. Purbaya mengungkapkan bahwa opsi pembiayaan dari China telah disampaikan kepada investor di Amerika Serikat, sebagai sinyal bahwa Indonesia memiliki alternatif pendanaan dengan biaya yang lebih efisien.
 
Strategi tersebut tampaknya membuahkan hasil. Minat investor, yang tercermin dari peningkatan penawaran masuk (incoming bid), disebut mengalami kenaikan signifikan.
 
Dengan membuka lebih banyak jalur pembiayaan, Indonesia mencoba memperkuat posisi tawar di pasar global sekaligus menjaga biaya utang tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi dunia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan