Ilustrasi Wallstreet. Foto: AFP.
Ilustrasi Wallstreet. Foto: AFP.

Wall Street Naik Tajam Didorong Pernyataan Powell

Antara • 01 Desember 2022 07:12
New York: Indeks saham di Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Kenaikan ini terjadi setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral mungkin mengurangi laju kenaikan suku bunga segera setelah Desember, sehingga mengindikasikan kenaikan suku bunga yang lebih kecil ke depan.
 
Mengutip Antara, Kamis, 1 Desember 2022, indeks Dow Jones Industrial Average melambung 737,24 poin atau 2,18 persen menjadi 34.589,77. Indeks S&P 500 terangkat 122,48 poin atau 3,09 persen menjadi 4.080,11. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 484,22 poin atau 4,41 persen menjadi 11.468,00.
 
Untuk November, indeks S&P 500 melambung 5,4 persen, indeks Dow bertambah 5,7 persen dan Nasdaq naik 4,4 persen. S&P 500 menguat dari penurunan awal dan Nasdaq melonjak setelah rilis pernyataan Powell yang disiapkan untuk disampaikan di lembaga pemikir Brookings Institution di Washington.
 
Powell juga memperingatkan perang melawan inflasi masih jauh dari selesai dan pertanyaan kunci masih belum terjawab, termasuk seberapa tinggi suku bunga pada akhirnya perlu dinaikkan dan untuk berapa lama.
 
"(Pasar) telah menunggu dengan napas tertahan, mencari klarifikasi dalam hal durasi dan tingkat pengetatan Fed. Dan apa pun yang memberi harapan pada gagasan Fed menjadi kurang hawkish dipandang sebagai positif untuk saham, setidaknya pada jangka pendek," kata Kepala Eksekutif Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, Chuck Carlson.
 
Taruhan Fed akan mengurangi besaran kenaikan suku bunga, serta data terbaru yang menunjukkan sedikit penurunan inflasi, mendorong indeks acuan S&P 500 ke kenaikan kedua bulan berturut-turut.
 
CME FedWatch Tool menunjukkan pedagang berjangka memperkirakan peluang 75 persen Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan Desember, naik dari peluang 65 persen sebelum komentar Powell dirilis. Alat FedWatch sekarang menunjukkan peluang 25 persen untuk peningkatan 75 basis poin.
 
Baca juga: Wall Street Ditutup Beragam Menanti Pidato The Fed

 
Nvidia melonjak lebih dari 8,0 persen, Microsoft terangkat 6,2 persen dan Apple meningkat 4,9 persen. Saham Tesla Inc juga melonjak 7,7 persen setelah China Merchants Bank International mengatakan penjualan Tesla di Tiongkok pada November didorong oleh pemotongan harga dan insentif yang ditawarkan pada Model 3 dan Model Y.
 
Biogen Inc melonjak 4,7 persen setelah obat eksperimental Alzheimer memperlambat penurunan kognitif dalam uji coba yang diawasi ketat. Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 5,85 persen, memangkas kerugiannya pada 2022 menjadi sekitar 28 persen.
 
Volume perdagangan di bursa AS berat, dengan 15,0 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,1 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
 
Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan pekerjaan swasta meningkat sebesar 127 ribu pada November, di bawah ekspektasi 200 ribu pekerjaan, menunjukkan permintaan tenaga kerja menurun di tengah suku bunga yang tinggi.
 
"Jumlah pekerjaan ADP yang tidak memenuhi ekspektasi sesuai dengan narasi Fed akan memiliki ruang dan mulai memperlambat kenaikan suku bunga, dan itu pasti menguntungkan aset sensitif suku bunga," kata manajer portofolio di Globalt Keith Buchanan.
 
Data penggajian non-pertanian (NFP) Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat akan dirilis pada Jumat, 2 Desember 2022. Sebuah laporan menunjukkan lowongan pekerjaan AS turun menjadi 10,334 juta pada Oktober, dibandingkan 10,687 juta pada bulan sebelumnya. Pembacaan lain menunjukkan ekonomi AS pulih lebih kuat dari perkiraan semula pada kuartal ketiga.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif