Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah Akibat Kekhawatiran Resesi Meningkat

Antara • 08 September 2022 08:01
New York: Harga minyak dunia turun tajam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), merosot di bawah level yang terlihat sebelum invasi Rusia ke Ukraina. Hal itu karena data perdagangan Tiongkok yang suram dan meningkatnya kekhawatiran resesi ekonomi global akan merugikan permintaan bahan bakar.
 
Mengutip Antara, Kamis, 8 September 2022, minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober anjlok USD4,94 atau 5,7 persen menjadi USD81,94 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent pengiriman November turun USD4,83 atau 5,2 persen, menjadi USD88 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Baik kontrak acuan minyak mentah WTI AS maupun minyak mentah global Brent menetap di level terendah sejak Januari, menurut Dow Jones Market Data. Kemunduran terjadi karena pedagang semakin takut pengetatan kebijakan agresif oleh bank sentral utama untuk mengekang inflasi akan menyebabkan resesi global sehingga mengurangi permintaan energi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini pasar mendasarkan kekhawatirannya tentang apa yang akan terjadi karena harga energi yang meningkat tajam di Eropa, permintaan yang melambat di Eropa, dan kenaikan suku bunga," kata Analis Price Futures Group Phil Flynn.
Baca: Harga BBM Bisa Turun! Eits Ada Syaratnya

Bank sentral Eropa (ECB) secara luas diperkirakan menyetujui kenaikan suku bunga besar ketika bertemu pada Kamis waktu setempat. Sementara itu, data ekonomi AS baru-baru ini memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan tetap hawkish.
 
Bank sentral Kanada (BOC) menaikkan suku bunga sebesar tiga perempat poin persentase ke level tertinggi 14 tahun, seperti yang diperkirakan dan mengatakan tingkat kebijakan perlu naik lebih tinggi karena memerangi inflasi yang mengamuk.
 
Data ekonomi Tiongkok yang lemah dan kebijakan nol-covid yang ketat menambah kekhawatiran permintaan. Impor minyak mentah negara tersebut jatuh 9,4 persen pada Agustus dari tahun sebelumnya, data bea cukai menunjukkan.
 
Harga minyak mendapat beberapa dukungan dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan menghentikan ekspor minyak dan gas negara itu jika batasan harga diberlakukan oleh negara-negara Barat.
 
Investor juga melihat data stok minyak mentah AS ketika Badan Informasi Energi akan merilis laporan status minyak mingguannya pada Kamis waktu setempat. Para analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 1,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 September.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif