Kilang Minyak. Foto : AFP.
Kilang Minyak. Foto : AFP.

Lesunya Permintaan Minyak, Goldman Pangkas Prediksi Harga Minyak di 2023

Arif Wicaksono • 01 Oktober 2022 17:32
Riyadh: Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak 2023 karena ekspektasi resesi global yang membuat permintaan minyak  lebih lemah dan dolar AS yang lebih kuat.
 
Divisi penelitian komoditas Goldman menurunkan perkiraan untuk tahun depan rata-rata sebesar USD17,5 per barel, bahkan ketika melihat defisit pasar minyak global yang disesuaikan secara musiman pada kuartal keempat tahun 2022 dan pada tahun 2023.
 
baca juga: Padahal Sempat Menguat, Eh Keputusan OPEC+ Buat Harga Minyak Jadi Turun

Goldman merevisi perkiraan harga minyaknya lebih rendah rata-rata USD19 per barel untuk periode yang membentang dari kuartal keempat 2022 hingga kuartal keempat 2023.
 
Apalagi dengan melihat permintaan minyak global tumbuh pada 2023 sebesar 2,0 juta barel per hari dengan harga saat ini, dibandingkan perkiraan 2,5 juta barel per hari, menurut catatan penelitian yang dikeluarkan oleh bank investasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan dengan prospek pertumbuhan yang hati-hati pasar minyak tetap sangat ketat, dengan persediaan rendah yang mendekati rekor dan kapasitas cadangan OPEC dan dengan pasokan yang segera akan berubah mendukung sekali lagi antara akhir penjualan Cadangan Minyak Strategis AS dan memperkirakan penurunan produksi Rusia akhir tahun ini,” kata catatan itu dikutip dari Arabnews, Sabtu, 1 Oktober 2022.
 
Goldman menambahkan bahwa apresiasi dolar AS yang tajam dan ekspektasi permintaan yang lebih rendah akan terus memberikan tekanan pada harga minyak untuk sisa tahun ini.
 
"Meskipun mungkin mengejutkan bahwa harga minyak mengharapkan ekspektasi pertumbuhan yang rendah, ini mencerminkan eksodus besar investor, yang dipaksa pergi oleh volatilitas harga yang ekstrem musim semi ini," katanya.
 
Catatan itu mengatakan hard landing economy dan kontraksi dalam pertumbuhan produk domestik bruto global yang akan membuat harga minyak untuk tumbuh lebih rendah.
 
Harga minyak, yang menyentuh level terendah sembilan bulan pada hari Senin, naik lebih dari 2 persen karena pembatasan pasokan di Teluk Meksiko AS akibat Badai Ian dan dolar yang sedikit melemah.
 
Goldman tidak memprediksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk meningkatkan kuota produksinya tahun ini dan melihat kelompok pengekspor minyak menstabilkan output mendekati level saat ini hingga 2023.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif