Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

RBA: Tambang Batu Bara Australia Berisiko Jadi Aset Terdampar

Angga Bratadharma • 17 September 2021 13:38
Melbourne: Bank sentral Australia mengungkapkan tambang batu bara Australia berisiko menjadi aset terdampar seiring ada transisi energi global. Australia adalah pengekspor batu bara dan gas alam cair terbesar di dunia, dengan bahan bakar fosil menyumbang sekitar seperempat dari total ekspornya senilai 71 miliar dolar Australia (USD51,9 miliar).
 
Mengutip Channel News Asia, Jumat, 17 September 2021, sekitar dua pertiga dari ekspor bahan bakar fosil negara itu dikirim ke tiga pelanggan besar yakni Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan, yang semuanya telah menetapkan target nol emisi. Jepang dan Korea Selatan pada 2050 dan Tiongkok satu dekade kemudian.
 
Reserve Bank of Australia (RBA) mempertimbangkan dampak dari upaya untuk mengurangi emisi pada industri bahan bakar fosil negara itu di bawah empat skenario iklim, yang telah dibuat oleh Network for Greening the Financial System (NFGS), sebuah konsorsium bank sentral yang didedikasikan untuk meningkatkan manajemen risiko iklim.

Di bawah tiga skenario, volume ekspor batu bara Australia turun, dengan penurunan paling tajam terlihat di bawah skenario Net Zero dan di Bawah 2°C, karena ekspor batu bara Australia turun 80 persen pada pertengahan abad.
 
Di bawah skenario keempat, yang hanya memasukkan kebijakan pemerintah saat ini dengan kemajuan terbatas dalam pengurangan emisi, ekspor batu bara meningkat secara bertahap menjadi 17 persen lebih tinggi pada 2050.
 
"Negara-negara tidak mungkin secara material mengubah bauran energi mereka dalam waktu dekat dan permintaan batu bara kemungkinan akan tetap kuat dekade ini," ungkap RBA.
 
"Namun, karena selera global untuk batu bara berkurang dari 2030 maka investasi terkait batu bara Australia berisiko menjadi aset terdampar karena volume ekspor yang lebih rendah dan harga membebani profitabilitas perusahaan," tambah RBA.
 
Cadangan batu bara di tambang Australia yang beroperasi sudah melebihi proyeksi permintaan ekspor hingga 2050 di bawah skenario Net Zero dan Di Bawah 2°C. Ini menunjukkan ada potensi 'terdampar' bahkan jika tidak ada investasi ke tambang baru.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan