Ilustrasi. FOTO: Justin Solomon/CNBC
Ilustrasi. FOTO: Justin Solomon/CNBC

OPEC: RUU NOPEC Berpotensi Bawa Kekacauan Lebih Besar di Pasar Energi

Ekonomi Minyak Mentah Ekonomi Amerika krisis energi OPEC
Angga Bratadharma • 13 Mei 2022 14:04
Dubai: Para menteri OPEC terkemuka telah merespons undang-undang baru Amerika Serikat (AS) yang dimaksudkan untuk mengatur produksinya dengan mengatakan upaya semacam itu akan membawa kekacauan yang lebih besar ke pasar energi. Sejauh ini harga minyak telah melonjak usai invasi Rusia ke Ukraina.
 
Komite Senat AS sebelumnya mengesahkan RUU Bipartisan No Oil Producing and Exporting Cartels (NOPEC) bipartisan baru dengan mayoritas 17-4, menandai langkah maju yang signifikan dalam proposal yang telah berusia puluhan tahun.
 
Menteri Energi UEA Suhail Al Mazrouei mengatakan OPEC menjadi sasaran yang tidak adil atas krisis energi, dan langkah anggota parlemen AS untuk mengganggu sistem produksinya yang mapan dapat membuat harga minyak melonjak hingga 300 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika Anda menghalangi sistem itu, Anda perlu memerhatikan apa yang Anda minta, karena memiliki pasar yang kacau dan Anda akan melihat kenaikan harga 200 persen atau 300 persen yang tidak dapat ditangani dunia,” kata Al Mazrouei, dilansir dari CNBC International, Jumat, 13 Mei 2022.
 
RUU NOPEC, yang bertujuan untuk melindungi konsumen dan bisnis AS dari lonjakan harga energi yang direkayasa, akan membuat aliansi terbuka untuk mendapat tuntutan hukum antimonopoli karena mengatur pengurangan pasokan yang menaikkan harga minyak mentah global.

Perlu disahkan Senat dan DPR

Agar berlaku, sekarang perlu disahkan oleh Senat penuh dan DPR, sebelum ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden. OPEC dan mitranya telah menghadapi tekanan dari negara-negara konsumen, termasuk AS dan Jepang, karena tidak memproduksi lebih banyak minyak mentah di tengah kenaikan harga dan lonjakan inflasi.
 
Al Mazrouei mengakui beberapa anggota gagal memenuhi kuota produksi mereka, tetapi ia mengatakan aliansi itu melakukan bagiannya untuk memenuhi permintaan global di tengah tekanan geopolitik yang sedang berlangsung, yaitu perang di Ukraina.
 
"Kami, OPEC+, tidak dapat mengkompensasi seluruh 100 persen dari kebutuhan dunia. Berapa banyak yang kita hasilkan, itu bagian kita. Dan, sebenarnya, saya berani bertaruh kami melakukan lebih banyak lagi," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif