Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, rasio ketersediaan lapangan kerja turun 0,42 poin menjadi 1,18. Angka itu setara dengan 118 lowongan pekerjaan untuk setiap 100 orang yang mencari pekerjaan.
"Angka tersebut menandai penurunan tercepat sejak penurunan 0,59 poin yang tercatat pada 1975, dengan angka tersebut merupakan level terendah sejak 2014," kata kementerian itu mengutip Antara, Jumat, 29 Januari 2021.
Adapun tingkat pengangguran Jepang pada 2020 mencapai 2,8 persen. Angka tersebut naik 0,4 persen dari tahun sebelumnya atau membukukan peningkatan pertama sejak 2009.
Jumlah pengangguran meningkat 290 ribu menjadi 1,91 juta orang. Sementara jumlah orang yang bekerja turun 480 ribu menjadi 66,76 juta, menandai penurunan pertama dalam delapan tahun.
Data kementerian menunjukkan jumlah karyawan cuti melonjak 800 ribu menjadi 2,56 juta, karena penyebaran virus. Angka tersebut menandai level tertinggi sejak data pembanding tersedia pada 1968.
Untuk Desember 2020, tingkat pengangguran mencapai 2,9 persen, sementara rasio ketersediaan lapangan kerja berada di 1,06.
"Data menunjukkan dampak pandemic virus korona berlanjut signifikan di pasar tenaga kerja. Kami akan terus memantau perkembangan," kata Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Ryota Takeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News